Kuliner

Cara Tepat Memasak Pasta Al Dente

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Januari 2024
Cara Tepat Memasak Pasta Al Dente

Pasta paling enak dimasak dengan kematangan al dente.(foto: pexels-engin-akyurt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PASTA paling enak dimasak dalam kondisi al dente. Istilah al dente menggambarkan pasta yang dimasak agar keras hingga menggigit. Kata al dente berasal dari bahasa Italia yang berarti ‘untuk gigi’. Dalam masakan Italia kontemporer, istilah ini mengidentifikasi konsistensi ideal untuk pasta dan melibatkan waktu memasak singkat. Dengan proses masak sedemikian rupa, pasta al dente matang dengan tekstur padat ketika digigit.

Untuk mendapatkan tekstur al dente nan tepat, kamu bisa mengikuti enam langkah berikut.

BACA JUGA:

Berbeda dengan Pasta, Inilah Egg Noodles

1. Gunakan Air yang Banyak

Pilihlah panci yang tinggi dan besar untuk merebus pasta agar bisa menampung banyak air. Merebus pasta dalam air yang banyak akan membuat pasta tak saling menempel. Perbandingan mudahnya, gunakan 1 liter air untuk 500 gram pasta.

Bila airnya terlalu sedikit, pasta akan saling menempel karena air rebusan pasta menghasilkan banyak kandungan pati. Jadi nih, gunakan air yang banyak supaya pasta bisa social distancing di dalam panci.

2. Waktu Tepat Memasukkan Pasta ke Air

pasta cooking
Masukkan pasta saat air mendidih. (foto: pexels-cottonbro)

Dengan penggunaan air yang banyak untuk merebus, kamu harus sedikit sabar dalam memasak. Pasta baru bisa dimasukkan ke panci setelah air benar-benar mendidih. Memasukkan pasta ketika kompor baru saja dinyalakan akan membuat pasta menggumpal dan saling menempel.

3. Tambahkan Garam ke dalam Air Rebusan

Setelah air mendidih, ingatlah untuk menambahkan garam terlebih dahulu sebelum memasukkan pasta. Gunakan 1 sendok teh garam untuk setiap 1 liter air.

Jangan kaget ya, jumlah garam yang ditambahkan memang terlihat banyak, tapi pasta tidak akan menyerap garam secara berlebihan. Dengan begitu, pasta tidak akan terlalu asin. Garam malah akan memberikan rasa gurih pada pasta.

BACA JUGA:

Tiga Jenis Pasta ini Enggak Bikin Gemuk

4. Jangan Tambahkan Minyak atau Bilas Air Dingin

Banyak yang menyarankan menambahkan minyak saat merebus pasta lalu bilas pasta dengan air dingin saat diangkat. Tujuannya agar pasta tak menempel ketika ditiriskan atau dimasak.

Nyatanya, penambahan minyak justru bikin pasta berminyak. Lapisan minyak bikin pasta susah menyerap saus. Akibatnya, saus dan pasta jadi musuhan. Saus nantinya hanya menggumpal di dasar.

Demikian juga dengan bilasan air dingin setelah pasta direbus. Air dingin menghilangkan menghilangkan unsur pati yang ada sehingga nantinya saus tidak bisa lengket dan tercampur sempurna.

5. Durasi Merebus

Tak ada standar untuk durasi merebus pasta. Setiap jenis pasta butuh waktu berbeda-beda. Kamu bisa melihat durasi memasak yang ada di kemasan pasta.

Saat merebus pasta, aduk sesekali, sekitar 1-2 menit. Hal itu untuk menghindari pasta saling menempel. Namun, jangan terlalu sering mengaduknya karena pasta bisa hancur.

Untuk jenis pasta seperti spaghetti, angel hair, dan fettucini, kamu bisa menggunakan garpu untuk mengaduknya. Sedangkan untuk pasta berjenis makaroni, penne, dan fusilli, sebaiknya gunakan sendok kayu.

Hindari merebus pasta hingga terlalu matang karena pastanantinya akan dimasak atau ditumis kembali bersama saus.

6. Gunakan Air Rebusan untuk Membuat Saus

Air rebusan pasta biasanya dicuekin begitu saja. Banyak yang membuang air ini. Padahal, kamu bisa memanfaatkan air rebusan pasta untuk mengentalkan saus.

Cukup ambil 1-2 sdm makan lalu tambahkan ketika kamu memasak saus untuk pasta. Karena mengandung pati, air ini bisa membuat sausmu lebih kental dan licin.(dwi)

BACA JUGA:

Ragam Jenis Pasta dan Cerita di Baliknya

#Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan