MerahPutih.com - Meningkatnya perhatian terhadap hantavirus setelah munculnya kasus penularan di kapal pesiar membuat banyak orang mulai mencari tahu bagaimana cara menangani paparan virus tersebut sejak dini.
Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal apabila tidak segera ditangani.
Karena gejalanya kerap menyerupai flu biasa pada tahap awal, penanganan cepat menjadi sangat penting agar kondisi tidak berkembang lebih parah.
Dikutip dari Halodoc, langkah pertama yang perlu dilakukan ketika seseorang merasa berisiko terpapar hantavirus adalah mengenali sumber paparannya.
Paparan umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus. Risiko lebih tinggi biasanya ditemukan di ruangan tertutup yang jarang dibersihkan, seperti gudang, loteng, area penyimpanan makanan, maupun lingkungan dengan populasi tikus tinggi.
Jika baru berada di area yang dicurigai terkontaminasi, masyarakat diimbau tidak langsung membersihkan kotoran tikus menggunakan sapu atau vacuum cleaner.
Cara tersebut justru dapat membuat partikel virus beterbangan ke udara dan lebih mudah terhirup.
Baca juga:
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
Langkah yang disarankan ialah membuka ventilasi ruangan terlebih dahulu selama sekitar 30 menit agar sirkulasi udara membaik. Setelah itu, gunakan sarung tangan dan masker sebelum membersihkan area menggunakan cairan disinfektan atau campuran pemutih dan air.
Selain itu, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir setelah kontak dengan area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah penting dalam pencegahan awal.
Pakaian atau benda yang diduga terkena paparan juga sebaiknya segera dicuci untuk mengurangi risiko penyebaran virus.
Ketika mulai muncul gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, atau sesak napas setelah berada di lingkungan berisiko, seseorang dianjurkan segera mencari bantuan medis.
Jangan menunggu hingga gejala memburuk karena hantavirus dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius yang mengancam nyawa.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berdasarkan riwayat paparan dan gejala yang dialami pasien.
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus. Karena itu, penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan suportif seperti pemberian oksigen, cairan, serta pemantauan intensif apabila kondisi pasien memburuk.
Baca juga:
Mengenal Hantavirus, Penyakit Langka nan Mematikan yang Ditularkan Tikus
Pencegahan juga menjadi bagian penting dalam penanggulangan hantavirus.
Menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta rutin membersihkan area lembap dan tertutup dapat membantu mengurangi risiko paparan virus.
Pengendalian populasi tikus di lingkungan sekitar juga dinilai penting untuk membantu memutus rantai penularan.
Meski tergolong penyakit langka, hantavirus memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi apabila terlambat ditangani. Karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal dan penanganan cepat menjadi kunci utama mencegah komplikasi yang lebih serius. (Far)