Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus

Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan partikel dari hewan pengerat, terutama tikus. (Foto: Pexels/Vincent M.A. Janssen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Meningkatnya perhatian terhadap hantavirus setelah munculnya kasus penularan di kapal pesiar membuat banyak orang mulai mencari tahu bagaimana cara menangani paparan virus tersebut sejak dini.

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal apabila tidak segera ditangani.

Karena gejalanya kerap menyerupai flu biasa pada tahap awal, penanganan cepat menjadi sangat penting agar kondisi tidak berkembang lebih parah.

Dikutip dari Halodoc, langkah pertama yang perlu dilakukan ketika seseorang merasa berisiko terpapar hantavirus adalah mengenali sumber paparannya.

Paparan umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus. Risiko lebih tinggi biasanya ditemukan di ruangan tertutup yang jarang dibersihkan, seperti gudang, loteng, area penyimpanan makanan, maupun lingkungan dengan populasi tikus tinggi.

Jika baru berada di area yang dicurigai terkontaminasi, masyarakat diimbau tidak langsung membersihkan kotoran tikus menggunakan sapu atau vacuum cleaner.

Cara tersebut justru dapat membuat partikel virus beterbangan ke udara dan lebih mudah terhirup.

Baca juga:

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya

Langkah yang disarankan ialah membuka ventilasi ruangan terlebih dahulu selama sekitar 30 menit agar sirkulasi udara membaik. Setelah itu, gunakan sarung tangan dan masker sebelum membersihkan area menggunakan cairan disinfektan atau campuran pemutih dan air.

Selain itu, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir setelah kontak dengan area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah penting dalam pencegahan awal.

Pakaian atau benda yang diduga terkena paparan juga sebaiknya segera dicuci untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Ketika mulai muncul gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, atau sesak napas setelah berada di lingkungan berisiko, seseorang dianjurkan segera mencari bantuan medis.

Jangan menunggu hingga gejala memburuk karena hantavirus dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius yang mengancam nyawa.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berdasarkan riwayat paparan dan gejala yang dialami pasien.

Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus. Karena itu, penanganan medis lebih difokuskan pada perawatan suportif seperti pemberian oksigen, cairan, serta pemantauan intensif apabila kondisi pasien memburuk.

Baca juga:

Mengenal Hantavirus, Penyakit Langka nan Mematikan yang Ditularkan Tikus

Pencegahan juga menjadi bagian penting dalam penanggulangan hantavirus.

Menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta rutin membersihkan area lembap dan tertutup dapat membantu mengurangi risiko paparan virus.

Pengendalian populasi tikus di lingkungan sekitar juga dinilai penting untuk membantu memutus rantai penularan.

Meski tergolong penyakit langka, hantavirus memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi apabila terlambat ditangani. Karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal dan penanganan cepat menjadi kunci utama mencegah komplikasi yang lebih serius. (Far)

#Hantavirus #Virus #Penyakit #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan