MerahPutih.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih intens menyebabkan abu vulkanik tersebar hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia. Abu yang terbawa ke berbagai daerah kemudian dapat menempel pada rumah, kendaraan, maupun benda-benda lain di sekitar lingkungan.
Abu vulkanik ternyata tidak bisa dibersihkan sembarangan. Partikelnya yang sangat kecil, keras, dan tajam dapat kembali beterbangan ke udara ketika dibersihkan dengan cara yang keliru. Material tersebut juga dapat merusak permukaan benda tertentu.
Karena itu, proses pembersihan abu vulkanik perlu dilakukan secara hati-hati, baik di bagian luar maupun dalam rumah.
Abu vulkanik sendiri merupakan material yang berasal dari letusan gunung berapi. Material ini terbentuk ketika gas di dalam magma mengembang dan memecah magma serta batuan menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian terlontar ke udara.
Panduan yang disusun International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), Cities and Volcanoes Commission, GNS Science, dan United States Geological Survey (USGS) merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko selama proses pembersihan.
Berikut cara membersihkan abu vulkanik di rumah, baik bagian luar maupun dalam.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Bagian Luar Rumah
Sebelum membersihkan area luar rumah, gunakan masker yang sesuai. Jika tidak tersedia, kain basah dapat digunakan sebagai perlindungan sementara.
Dalam kondisi berdebu, gunakan pula pelindung mata seperti kacamata pelindung.
Abu yang menumpuk sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan air secukupnya. Tujuannya bukan untuk merendam abu, melainkan mengurangi kemungkinan partikelnya kembali beterbangan ketika dibersihkan.
Untuk endapan abu yang tebal, terutama lebih dari 1 sentimeter, gunakan sekop. Sementara itu, abu dalam jumlah lebih sedikit dapat dibersihkan menggunakan sapu dengan bulu yang kaku.
Abu yang sudah dikumpulkan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik yang kuat atau wadah pengangkutan yang sesuai.
Jangan langsung membuang abu ke kebun, pinggir jalan, talang, selokan, atau saluran pembuangan air hujan. Abu dapat menyebabkan penyumbatan dan mengganggu sistem pengolahan air.
Baca juga:
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Ini Langkah yang Diminta Pramono kepada Warga
Atap Rumah Perlu Mendapat Perhatian Khusus
Atap rumah juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Abu vulkanik yang menumpuk dan kemudian menjadi basah dapat menambah beban secara signifikan.
Karena itu, endapan abu yang tebal sebaiknya dibersihkan sesegera mungkin. Namun, prosesnya tetap harus dilakukan dengan hati-hati karena permukaan atap yang tertutup abu dapat menjadi sangat licin.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan abu di luar rumah antara lain:
- Bersihkan abu dari lingkungan sekitar sebelum menyalakan kembali mesin atau peralatan yang terpapar.
- Hindari mengaduk abu terlalu banyak agar tidak kembali menyebar ke udara.
- Bersihkan abu dari atap dengan hati-hati dan jangan berjalan sembarangan di permukaan yang licin.
- Jika rumah memiliki talang air, sapu abu menjauh dari arah talang agar tidak menyumbat saluran.
- Jangan menggunakan air secara berlebihan. Air dalam jumlah besar justru dapat membuat abu menjadi lumpur dan membebani saluran air.
- Ikuti arahan pemerintah setempat mengenai tempat pembuangan abu vulkanik.
- Hindari berkendara jika tidak diperlukan karena kendaraan dapat mengaduk abu dan membuatnya kembali beterbangan. Abu juga dapat merusak kendaraan.
Setelah selesai membersihkan bagian luar rumah, lepaskan pakaian luar sebelum masuk ke dalam rumah. Langkah ini penting agar abu yang menempel pada pakaian tidak ikut terbawa ke ruangan yang sudah dibersihkan.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah
Pembersihan bagian dalam rumah sebaiknya dilakukan setelah kondisi di luar memungkinkan dan pembersihan lingkungan sekitar telah berlangsung.
Sebelum mulai membersihkan, gunakan masker atau kain basah sebagai perlindungan.
Buka pintu dan jendela untuk memastikan ventilasi cukup. Namun, gunakan satu pintu masuk selama proses pembersihan agar abu tidak terbawa ke area yang sudah bersih.
Untuk lantai dan permukaan keras, hindari menyapu abu dalam kondisi kering. Cara tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan.
Basahi terlebih dahulu endapan abu yang tebal, kemudian kumpulkan dan masukkan ke dalam kantong. Setelah itu, gunakan kain pel lembap atau kain basah untuk membersihkan lantai.
Pada permukaan seperti kaca, porselen, enamel, dan akrilik, jangan menggosok terlalu keras. Partikel abu yang tajam dapat meninggalkan goresan.
Gunakan kain atau spons yang sudah diberi deterjen, lalu bersihkan secara perlahan.
Permukaan kayu yang mengilap juga membutuhkan perhatian. Abu dapat membuat lapisannya terlihat kusam. Gunakan penyedot debu terlebih dahulu, kemudian tepuk perlahan menggunakan kain lembap.
Untuk karpet dan pelapis furnitur, penyedot debu dapat digunakan sebelum dilanjutkan dengan pembersihan menggunakan sampo atau deterjen. Hindari menggosok terlalu kuat agar serat tidak rusak.
Baca juga:
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Peralatan elektronik seperti komputer, televisi, dan radio juga dapat terkena abu.
Sebelum membersihkannya, matikan perangkat dan putuskan sumber listrik. Gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan petunjuk perangkat dan hindari membuat abu kembali beterbangan di dalam ruangan.
Filter AC, sistem pemanas, saluran masuk udara kulkas, kipas, serta ventilasi kompor juga perlu diperiksa.
Setelah hujan abu, filter mungkin perlu dibersihkan atau diganti lebih sering selama beberapa waktu.
Sementara itu, pakaian yang terkena abu sebaiknya dikibaskan atau disisir terlebih dahulu sebelum dicuci.
Cucilah dalam jumlah kecil dengan deterjen dan air yang cukup agar pakaian dapat bergerak bebas selama proses pencucian.
Jika kain sangat kotor, bilas terlebih dahulu dengan air mengalir sebelum dicuci. Hindari menggosok kain terlalu keras karena partikel abu dapat merusak serat.
Hindari Cara-Cara Ini Saat Membersihkan Abu Vulkanik
Ada sejumlah hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika membersihkan abu vulkanik di dalam rumah, yaitu:
- Jangan menyapu abu kering dengan sapu biasa karena dapat membuatnya beterbangan.
- Jangan menggunakan alat pembersih dengan sikat yang dapat mengangkat abu kembali ke udara.
- Jangan meniup abu menggunakan udara bertekanan.
- Jangan menggunakan kipas angin untuk membantu membersihkan karena abu justru dapat menyebar ke ruangan lain.
- Jangan menggunakan pengering pakaian listrik ketika masih terdapat banyak abu di dalam ruangan.
Anak-anak sebaiknya dijauhkan dari area yang masih berdebu selama proses pembersihan berlangsung.
Hewan peliharaan juga lebih baik tetap berada di dalam rumah. Jika hewan sempat keluar, bersihkan atau sisir bulunya terlebih dahulu sebelum membawanya kembali masuk.
Membersihkan abu vulkanik memang membutuhkan waktu dan ketelitian. Namun, cara yang tepat dapat membantu mencegah abu kembali masuk ke saluran pernapasan sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada rumah, kendaraan, peralatan elektronik, dan berbagai benda lainnya. (Tka)