Merahputih.com - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek dan Jawa Barat.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Baca juga:
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Dokter sekaligus entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau Dokter Tirta, membagikan sejumlah tips untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Menurut Dokter Tirta, abu vulkanik meski terlihat tipis tetap perlu diwaspadai karena dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Berikut empat cara aman menghadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar
Dokter Tirta mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika berada di luar rumah, meski abu vulkanik yang turun terlihat tipis.
Yang pertama, jika kalian pergi ke mana pun atau melakukan aktivitas di luar ruangan, meskipun abunya tipis, kalian harus memakai masker,
tutur Dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Minggu (6/9).
Abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut berpotensi memicu reaksi alergi hingga mengganggu saluran pernapasan bagian atas.
Baca juga:
Dalam kondisi tertentu, paparan abu bahkan dapat menyebabkan gangguan yang lebih serius seperti bronkitis.
2. Jangan Menyapu Abu, Gunakan Air
Abu vulkanik yang menempel di rumah sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara disapu.
Dokter Tirta mengatakan, menyapu justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan sehingga meningkatkan polusi udara dan debu di sekitar rumah.
Yang kedua, jika ingin membersihkan abu di rumah, jangan disapu, ya. Serius,
tegasnya.
Sebagai gantinya, abu dapat disiram atau dibersihkan menggunakan air agar partikel tidak mudah beterbangan.
3. Jangan Menggosok Wajah yang Terkena Abu
Abu vulkanik juga dapat menempel pada wajah dan kulit. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung mengusap atau menggosok wajah ketika terkena abu.
Yang ketiga, jika abu mengenai wajah, sebaiknya gunakan masker wajah yang sesuai. Jangan langsung menggosoknya, karena dapat menyebabkan ruam pada kulit. Serius,
ujar Tirta.
Membersihkan wajah secara hati-hati menjadi penting untuk mengurangi risiko iritasi akibat partikel abu yang menempel pada kulit.
4. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Dokter Tirta juga menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik masih terlihat atau kualitas udara belum membaik.
Bagi kalian yang suka melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya sementara beralih ke aktivitas di dalam ruangan,
katanya.
Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan abu yang terhirup. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, perlindungan seperti masker perlu digunakan.
Tirta juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan, termasuk ketika mencium bau yang tidak biasa setelah aktivitas vulkanik.
Ia kemudian mengajak masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi paparan langsung dan menggunakan perlindungan yang diperlukan saat harus keluar rumah. (Far)