4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jangan Disepelekan

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jangan Disepelekan

Sejumlah orang memakai masker (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek dan Jawa Barat.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca juga:

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Dokter sekaligus entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau Dokter Tirta, membagikan sejumlah tips untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Menurut Dokter Tirta, abu vulkanik meski terlihat tipis tetap perlu diwaspadai karena dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Berikut empat cara aman menghadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Dokter Tirta mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika berada di luar rumah, meski abu vulkanik yang turun terlihat tipis.

Yang pertama, jika kalian pergi ke mana pun atau melakukan aktivitas di luar ruangan, meskipun abunya tipis, kalian harus memakai masker,

tutur Dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Minggu (6/9).

Abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut berpotensi memicu reaksi alergi hingga mengganggu saluran pernapasan bagian atas.

Baca juga:

Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Depok, dan Bogor

Dalam kondisi tertentu, paparan abu bahkan dapat menyebabkan gangguan yang lebih serius seperti bronkitis.

2. Jangan Menyapu Abu, Gunakan Air

Abu vulkanik yang menempel di rumah sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara disapu.

Dokter Tirta mengatakan, menyapu justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan sehingga meningkatkan polusi udara dan debu di sekitar rumah.

Yang kedua, jika ingin membersihkan abu di rumah, jangan disapu, ya. Serius,

tegasnya.

Sebagai gantinya, abu dapat disiram atau dibersihkan menggunakan air agar partikel tidak mudah beterbangan.

3. Jangan Menggosok Wajah yang Terkena Abu

Abu vulkanik juga dapat menempel pada wajah dan kulit. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung mengusap atau menggosok wajah ketika terkena abu.

Yang ketiga, jika abu mengenai wajah, sebaiknya gunakan masker wajah yang sesuai. Jangan langsung menggosoknya, karena dapat menyebabkan ruam pada kulit. Serius,

ujar Tirta.

Membersihkan wajah secara hati-hati menjadi penting untuk mengurangi risiko iritasi akibat partikel abu yang menempel pada kulit.

4. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Dokter Tirta juga menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik masih terlihat atau kualitas udara belum membaik.

Bagi kalian yang suka melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya sementara beralih ke aktivitas di dalam ruangan,

katanya.

Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan abu yang terhirup. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, perlindungan seperti masker perlu digunakan.

Tirta juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan, termasuk ketika mencium bau yang tidak biasa setelah aktivitas vulkanik.

Ia kemudian mengajak masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi paparan langsung dan menggunakan perlindungan yang diperlukan saat harus keluar rumah. (Far)

#Gunung Anak Krakatau #Tips #Erupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Bagikan