Capim David Tobing Sebut OTT KPK Masih Diperlukan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Juli 2024
Capim David Tobing Sebut OTT KPK Masih Diperlukan

Advokat David Tobing. (Foto: MP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Advokat David Tobing menyebut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih diperlukan untuk memberantas korupsi di Indonesia.

David Tobing yang maju sebagai calon pimpinan (capim) KPK menyatakan, OTT merupakan salah satu bentuk untuk menunjukkan kehadiran negara dalam hal ini lembaga antikorupsi dalam melindungi masyarakat dari praktik koruptif.

"Kalau saya menilai OTT itu masih diperlukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka itu dilindungi, masyarakat dilindungi," kata David Tobing dalam diskusi yang digelar Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), di Jakarta, Selasa (30/7).

David Tobing menjelaskan, kehidupan bernegara merupakan kontrak sosial antara individu atau masyarakat dengan aparatur negara. Ketika terjadi praktik koruptif, masyarakat membutuhkan aparat penegak hukum, termasuk KPK dalam menegakkan hukum.

Baca juga:

Penuhi Undangan Wiranto, Capim KPK Ali Imron Ungkap Tekad Berantas Korupsi lewat Pendidikan

"Orang yang nilainya jelek, dia menyuap, bisa jadi pegawai negeri misalnya. Sementara yang enggak lulus, nilainya bagus, enggak punya uang, enggak bisa. Ini kan merusak kontrak sosial. Jadi, satu sisi OTT diperlukan untuk menjaga kontrak sosial tadi bahwa KPK itu memperhatikan masyarakat dengan melakukan tindakan," ujarnya.

Ia mengaku lebih setuju dengan meningkatkan upaya pencegahan korupsi. Hal ini mengingat korupsi bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tetapi juga karena adanya celah dari sisi peraturan perundang-undangan.

"KPK jangan hanya menindak dan pencegahan itu dengan kampanye antikorupsi, enggak, dia harus amati peraturan yang dibuat itu arahnya ke mana," imbuhnya.

David Tobing memastikan, bakal mencermati aturan perundang-undangan jika terpilih sebagai pimpinan KPK periode 2024-2029. Apalagi, David Tobing memiliki latar belakang sebagai advokat selama 25 tahun. (Pon)

#Capim KPK #KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan