Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif

KPK memperluas pendidikan antikorupsi kepada generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak. (Foto: Dok. KPK)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperluas pendidikan antikorupsi kepada generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak.

Berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), KPK menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dalam peringatan Hari Anak Nasional bertajuk 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' di Gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Kamis (23/7).

Melalui booth edukasi KPK, ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan diajak mengenal nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian melalui beragam aktivitas interaktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi jangka panjang yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini.

Baca juga:

PNM Peduli Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Hadirkan Ruang Belajar Layak untuk Anak di Wilayah 3T

KPK: Anak Merupakan Investasi Masa Depan Bangsa

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi, menegaskan bahwa anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, selain memastikan kesejahteraan anak, pendidikan yang membentuk karakter dan integritas juga harus menjadi perhatian utama.

KPK memandang anak sangat penting karena selain kita membangun kesejahteraannya, kita juga harus membangun pendidikannya supaya nantinya anak menjadi anak yang berintegritas dan kelak akan menjadi pemimpin Indonesia yang berintegritas serta membawa Indonesia menjadi Indonesia maju,

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi.

Menurut Dian, keterlibatan KPK dalam peringatan Hari Anak Nasional di Universitas Indonesia merupakan bagian dari kolaborasi dengan KemenPPPA untuk memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak.

Melalui booth yang disiapkan, KPK menghadirkan berbagai kegiatan interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas secara menyenangkan.

Beragam Aktivitas Edukatif untuk Anak

Anak-anak dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari kuis 'Roda Ceria Si Kumbi', pertunjukan boneka 'Kumbi and Friends', permainan edukatif, kegiatan mewarnai tokoh-tokoh Kumbi, board game antikorupsi, hingga permainan digital berbasis Quizizz.

Seluruh kegiatan dirancang agar pesan mengenai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian lebih mudah dipahami sesuai dengan usia peserta.

Kepala Satuan Tugas Jejaring Pendidikan KPK, Bariroh Barir, menjelaskan bahwa selama ini KPK rutin memperingati Hari Anak Nasional dengan mengundang anak-anak dari sekolah sekitar kantor KPK. Namun, keterbatasan kapasitas membuat jangkauan peserta masih terbatas.

“Melalui kerja sama dengan KemenPPPA, audiens yang terlibat menjadi jauh lebih besar. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi KPK untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada lebih banyak anak,” kata Bariroh.

Ia menambahkan, seluruh aktivitas di booth KPK disusun berdasarkan kelompok usia peserta, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan demikian, materi yang disampaikan dapat diterima secara efektif sesuai tahap perkembangan anak.

KPK Kembangkan Media Pembelajaran Antikorupsi Ramah Anak

Selain menghadirkan kegiatan interaktif, KPK juga terus mengembangkan berbagai media pembelajaran antikorupsi yang ramah anak, mulai dari buku cerita, komik, dongeng, permainan edukatif, hingga materi pembelajaran digital.

Seluruh materi tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis melalui laman pendidikan.kpk.go.id.

Upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan antikorupsi yang selama ini dijalankan KPK bersama berbagai kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam proses pembelajaran.

Melalui langkah tersebut, integritas diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari anak.

Baca juga:

Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional

Veronica Tan: Raih Mimpi dengan Ilmu dan Budi Pekerti

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengajak anak-anak Indonesia untuk terus berani bermimpi dan memanfaatkan kesempatan belajar tanpa meninggalkan nilai-nilai moral sebagai landasan dalam meraih cita-cita.

Jangan pernah takut untuk mengejar mimpi. Belajarlah sebanyak-banyaknya dan manfaatkan teknologi yang tersedia untuk mencapai cita-cita. Namun, akal yang kita miliki harus selalu berjalan bersama budi pekerti,

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan.

Bangun Generasi Berintegritas Sejak Usia Dini

Bagi KPK, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun generasi yang berintegritas.

Pencegahan korupsi dipandang sebagai upaya yang tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter sejak usia dini agar nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian tumbuh menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Dian Novianthi menyampaikan pesan kepada seluruh anak Indonesia agar menjadikan integritas sebagai bekal dalam meraih masa depan.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Jadilah anak yang jujur, anak yang berani, dan anak yang bertanggung jawab. Dengan karakter itu, kalian dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (Pon)

#Hari Anak Nasional #KPK #KemenPPPA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan