Parenting

Bunda, Ini Cara Bantu Anak Hadapi Rasa Tidak Percaya Diri

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 03 November 2021
Bunda, Ini Cara Bantu Anak Hadapi Rasa Tidak Percaya Diri

Membangkitkan rasa percaya diri pada anak harus diketahui akarnya.(Foto: Pixabay/ledainhan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RASA percaya diri adalah selalu dirasakan hampir semua manusia, tanpa terkecuali anak-anak. Mengalami penolakan, kritik, kata-kata yang kurang baik, kerap kali menimpa seseorang. Ini membuat kondisi mereka tidak baik-baik saja. Anak-anak juga bisa rentan mengalami hal-hal tersebut dan membuat mereka tidak nyaman.

Dalam situasi ini, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membuat mereka merasa diinginkan dan lebih dicintai. Berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan sebagai orang tua, saat melihat anak merasa kurang percaya diri seperti yang dilansir Times of India.

Baca Juga:

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Melahirkan


Penyebab

anak
Komunikasi menjadi semakin penting ketika anak merasakan rasa tidak percaya diri. (Foto: Pixabay/LichDinh)


Sebagai orang tua kamu harus berkomunikasi dengan anak menggunakan berbagai cara. Komunikasi menjadi semakin penting ketika anak merasakan rasa tidak percaya diri. Sebab dengan berkomunikasi kamu dapat menemukan penyebab apa yang membuat mereka merasa kurang percaya diri. Setelahnya, kamu dapat menawarkan mereka bantuan dengan ikut melibatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak serta membantu mereka untuk merasa lebih percaya diri.


Mencintai diri sendiri

anak
Jangan biarkan mereka memanjakan diri dengan mengasihani diri dan rasa bersalah. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Tidak peduli berapa banyak kesalahan yang telah dibuat anak anda, namun yang terpenting adalah mereka mengetahui hal baru yang mereka pelajari dari setiap kesalahan. Jangan biarkan mereka memanjakan diri dengan mengasihani diri dan rasa bersalah. Sebab hal ini justru akan membuat anak merasa tidak nyaman. Kamu perlu mengajari mereka untuk mencintai diri mereka sendiri, dan jangan biarkan kritik, emosi, dan komentar orang lain memengaruhi dia.

Baca Juga:

Anak Kelahiran 2020 dan Selanjutnya Terancam Krisis Iklim Parah


Kata-kata kasar

anak
Orang tua yang baik adalah mereka yang tidak pernah menggunakan kata-kata kasar. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)


Orang tua yang baik adalah mereka yang tidak pernah menggunakan kata-kata kasar untuk mendidik anak mereka. Akan lebih baik kamu tidak menerapkan sikap kritis, menggunakan kata-kata kasar dengan mengomeli anak saat mereka sedang merasakan rasa kurang percaya diri. Sebab hal ini justru akan membuat mereka merasakan lebih banyak beban pikiran dan tidak akan memiliki keinginan untuk bercerita kepada kamu.


Media sosial

anak
Platform media sosial dapat menjadi faktor yang berkontribusi besar terhadap rasa tidak aman yang dirasakan anak. (Foto: Pexels/Katerina Holmes)


Dengan dunia digital yang telah mengambil alih seluruh kehidupan kita, platform media sosial dapat menjadi faktor yang berkontribusi besar terhadap rasa tidak aman yang dirasakan anak. Karena itu, pastikan bahwa kamu mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan sosial anak. Namun jangan mengganggu ruang mereka dan justru membuat mereka semakin merasa tidak nyaman. (cit)

Baca juga:

Bunda, Kenali Pola Asuh Anak yang Sehat

#Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan