Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Bukan Penyakit, Narasi Tentang Menopause Harus Diubah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juni 2022
Bukan Penyakit, Narasi Tentang Menopause Harus Diubah

Menopause yang biasanya terjadi perempuan usia 45 hingga 55 itu perlu dianggap normal. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGALAMAN menopause tidak semuanya negatif, dan menurut sekelompok pakar internasional, tahap kehidupan ini tidak boleh 'diobati'.

Pada 2021, survei global mengungkapkan 16 persen hingga 40 persen perempuan mengalami gejala sedang hingga berat selama menopause. Seperti merasa lelah, hot flushes, sulit tidur, dan nyeri otot atau persendian.

Pengobatan yang sekarang umum ditawarkan untuk meredakan gejala-gejala ini adalah terapi penggantian hormon (HRT), menggunakan obat-obatan untuk menggantikan hormon-hormon yang hilang selama menopause dan, pada gilirannya, meringankan gejala-gejala ini.

Banyak penelitian telah menunjukkan keefektifan HRT dalam membantu perempuan melewati masa menopause dan meskipun ada risiko, seperti meningkatkan risiko kanker payudara, manfaatnya dianggap lebih besar daripada risiko tersebut.

Baca juga:

Terlalu Kurus Memicu Menopause Dini pada Perempuan

Bukan Penyakit, Narasi Tentang Menopause Harus Diubah
Pengobatan menopause membuat perempuan takut dan kurang mampu menganggapnya sebagai peristiwa normal. (Foto: freepik/pvproductions)

Dalam sebuah artikel analisis yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BJM) pada Rabu (15/6), dokter kandungan Martha Hickey dari Royal Women's Hospital di Victoria, Australia dan tiga profesor kesehatan perempuan dari Inggris, AS dan Australia membahas sikap sosial dan budaya pada tahap kehidupan ketika menstruasi berhenti tersebut. Menurut mereka, menopause yang biasanya terjadi perempuan usia 45 hingga 55 itu perlu dianggap normal.

Hickey dan rekan penulisnya berpendapat, meskipun pengobatan yang efektif seperti HRT penting bagi mereka yang memiliki gejala yang mengganggu, pengobatan dapat meningkatkan kecemasan dan ketakutan perempuan tentang tahap kehidupan alami ini.

Para peneliti menambahkan, "Penanganan risiko menopause meruntuhkan berbagai pengalaman pada usia rata-rata yang terkait dengan proses alami ini menjadi penyakit yang didefinisikan secara sempit yang membutuhkan pengobatan dan cenderung menekankan aspek negatif menopause."

Keempat ahli lebih lanjut berpendapat bahwa meskipun perempuan dengan hot flush parah dan keringat malam sering mendapat manfaat dari terapi hormon menopause, kebanyakan perempuan menganggap menopause sebagai proses alami dan memilih untuk tidak minum obat.

"Pengobatan menopause membuat perempuan takut dan mengurangi kemampuan mereka untuk menganggapnya sebagai peristiwa normal dalam hidup," Hickey mengatakan kepada CNN (17/6).

Baca juga:

Makanan Terbaik untuk Perempuan Menopause

Mendefinisikan ulang menopause

Bukan Penyakit, Narasi Tentang Menopause Harus Diubah
Beberapa ahli endokrinologi reproduksi mendefinisikan ulang menopause sebagai penyakit defisiensi estrogen. (Foto: freepik/Wiroj Sidhisoradej)

Perhatian medis atas penggunaan HRT bukanlah hal baru. Dalam buku Elizabeth Siegel Watkins, The Estrogen Elixir: A History of Hormone Replacement in America, profesor sejarah ilmu kesehatan memetakan penyebab tren yang berkembang dalam HRT dan tanggapannya.

Diterbitkan pada 2007, buku Watkins menjelaskan, "[Pengobatan menopause] dimulai dengan interaksi dinamis antara ilmuwan, produsen farmasi, dan ginekolog dalam memproduksi, memasarkan, dan meresepkan estrogen pada dekade pertama abad kedua puluh."

Menurut Watkins, setelah setengah abad penelitian dimulai pada 1890-an, estrogen diperkenalkan di AS sebagai pengobatan jangka pendek untuk gejala menopause pada 1940-an dan 1950-an. Antara 1960 dan 1975, terapi hormon mengalami ledakan besar-besaran setelah beberapa ahli endokrinologi reproduksi mendefinisikan ulang menopause sebagai penyakit defisiensi estrogen.

Zaman telah berubah, tetapi hubungan antara HRT dan harapan untuk mempertahankan masa muda tetap ada. "Keyakinan bahwa penuaan dapat ditunda atau dibalik dengan terapi penggantian hormon (HRT) tetap ada dan diperkuat oleh media, literatur medis, dan informasi untuk perempuan," demikian dikatakan para peneliti di BMJ.

Dulu dan sekarang, mengapa asosiasi ini bertahan? Hickey dan rekan penulisnya memberikan jawaban, "Menopause pemasaran adalah bisnis yang menguntungkan."

"Pada 1960-an, misalnya, disarankan agar semua perempuan menjalani pengobatan hormonal ketika mereka mengalami menopause. Dan tetap saja, ada dorongan farmasi yang kuat bagi perempuan untuk mengambil hormon untuk menjaga diri mereka tetap muda, atau melindungi kulit mereka, atau kehidupan seks dan hal-hal lain semacam itu yang belum terbukti," kata Hickey.

Hickey dan rekan penulisnya menganjurkan untuk mengubah narasi dengan mendorong aspek-aspek positif seperti bebas dari menstruasi, kehamilan, dan kontrasepsi serta mendidik perempuan tentang cara mengelola gejala yang mengganggu. Mereka percaya advokasi ini dapat memberdayakan perempuan untuk mengelola menopause dengan lebih percaya diri.

"Menormalkan penuaan pada perempuan dan merayakan kekuatan, kecantikan, dan pencapaian pada usia paruh baya dapat mengubah narasi dan memberikan panutan positif," demikian dikatakan dalam jurnal. (aru)

Baca juga:

Kenali Gejala Perimenopause dan Cara Mengatasinya

#Menopause #Kesehatan #Perempuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Indonesia
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Sejarah Indonesia mencatat banyak perempuan yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui peran publik maupun melalui pengabdian di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Komposisi penduduk laki-laki mencapai 50,47 persen, sementara perempuan sebesar 49,53 persen. Sementara itu, perempuan dewasa berusia 18-59 tahun sekitar 29,57 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Bagikan