BNPB Catat 7,5 Juta Menderita Akibat Bencana Alam, Kemensos Siapkan Lumbung Sosial
Banjir di Kalimantan Barat. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Berbagai kejadian bencana alam terjadi di Tanah Air sampai akhir November ini. Bencana yang merata di seluruh Indonesia, didominasi oleh bencana banjir, angin puting beliung serta kejadian tanah longsor.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, Kemensos akan menyiapkan lumbung sosial yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan dan pemberian bantuan bagi para korban bencana.
Baca Juga:
Kampung Tangguh Bencana Yogyakarta Bersiaga Hadapi Banjir Lahar Dingin
"Apalagi, ramalan BMKG, puncak musim hujan di Januari-Februari. Ini harus kita antisipasi. Untuk lumbung sosial saya minta kepala daerah siapkan lokasinya," kata Risma saat mengunjungi pusat pengungsian dan korban bencana banjir di Palangka Raya.
Nantinya, lanjut dia, lokasi lumbung sosial itu akan berpusat di wilayah kecamatan. Sehingga mempermudah akses layanan bagi masyarakat jika terjadi bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 kejadian bencana alam telah terjadi di Indonesia hingga Rabu (24/11). Rinciannya, bencana banjir telah terjadi sebanyak 1.062 kejadian, angin puting beliung sebanyak 650 kejadian, tanah longsor 511 kejadian serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 263 kejadian.
Selain itu, gempa bumi turut terjadi sebanyak 27 kali, kekeringan tercatat terjadi sebanyak 15 kali juga gelombang pasang dan abrasi sebanyak 24 kali. Terdapat pula bencana non-alam yakni penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah melanda seluruh penjuru negeri hingga saat ini terhitung sejak tanggal 13 April tahun 2020.
Dalam keterangannya, BNPB menegaskan, bencana-bencana tersebut telah menimbulkan dampak baik adanya korban jiwa maupun kerugian materi. Tercatat sejak 1 Januari hingga 24 November 2021, sebanyak 7.522.866 orang harus mengungsi dan menderita, 584 jiwa meninggal dunia, 76 orang dinyatakan hilang serta 13.087 orang mengalami luka-luka.
Kemudian sebanyak 135.812 rumah dinyatakan rusak dengan 17.305 rumah rusak berat, 24.293 rusak sedang dan 94.214 rumah dinyatakan mengalami rusak ringan. Hal yang sama juga terjadi pada fasilitas umum. Sebanyak 3.622 fasilitas umum mengalami kerusakan dengan diantaranya, 1.462 fasilitas pendidikan, 1.807 fasilitas peribadatan dan 353 fasilitas kesehatan. Sedangkan sebanyak 503 kantor dan 395 jembatan ikut dinyatakan mengalami kerusakan. (Pon)
Baca Juga:
Bandung Selatan Belum Bisa 100 Persen Bebas Banjir
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Revisi UU BNPB Diharap Masuk Prolegnas, DPR Ingin Kepala Badan Bisa Langsung Kerja Bareng Kepala Daerah
DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Dekat NTB, Pertanda Apa?
Kabar Gembira BLT dan Bantuan Pangan Mulai Disalurkan Februari 2026
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Kebakaran Hutan Mengamuk Tewaskan 18 Orang, Chile Tetapkan Status Bencana saat Api Mengancam Kota-Kota