DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Personel TNI membersihkan salah satu sekolah di wilayah Aceh Tamiang, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/HO-Bakom RI)
Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, melayangkan peringatan keras kepada pemerintah terkait penanganan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Sabam menegaskan bahwa pemulihan pendidikan tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi harus menyentuh sisi psikologis dan ekonomi siswa secara menyeluruh.
Sabam menyoroti kondisi darurat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia mendesak agar perbaikan sekolah rusak menjadi prioritas utama agar proses belajar tidak terhenti lama.
Baca juga:
"Terkait dengan penanggulangan bencana, khususnya dalam bidang pendidikan, tadi saya menegaskan agar segera diupayakan recovery, termasuk sekolah yang rusak. Dan yang kedua, mengenai anak-anak yang besar kemungkinannya akan bolos sekolah karena sekolahnya rusak," tegas Sabam.
Ancaman Putus Sekolah Akibat Ekonomi Lumpuh
Politikus Fraksi Partai Demokrat ini juga memperingatkan bahwa bencana alam sering kali menghancurkan struktur ekonomi keluarga korban.
Kondisi ini menjadi ancaman nyata yang bisa memicu lonjakan angka putus sekolah jika pemerintah tidak segera mengintervensi dengan kebijakan ekonomi yang tepat bagi orang tua siswa.
"Otomatis kan dampak dari bencana ini bisa mengganggu struktur ekonomi dari masyarakat. Bisa-bisa terjadi bahwa dengan adanya bencana ini, perekonomian mereka terancam. Kan kebesar kemungkinan akan ada putus sekolah. Nah ini bagaimana tindakan pemerintah?," cecarnya.
Baca juga:
Disdik Keluarkan SE, Penggunaan Gawai Siswa di Sekolah Dibatasi
Urgensi Penanganan Psikoanalisis Siswa
Selain faktor ekonomi dan fasilitas, Sabam menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi siswa dan guru. Trauma mendalam akibat bencana dapat menghambat perkembangan intelektual anak jika tidak ditangani oleh tenaga ahli.
"Dampak dari bencana ini kan bisa meninggalkan trauma bagi anak-anak. Besar kemungkinan ketika trauma ini kita tidak recovery, ini mendengar suara hujan aja ini mereka nanti akan ketakutan. Jadi perlu ada semacam penanganan-penanganan terhadap psikoanalisis anak-anak," pungkas Sabam.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Guru Jambi Tampar Siswa 'Pirang' Berujung Laporan Polisi, Komisi III DPR RI Pasang Badan Minta Kasus Dihentikan
Bibit Siklon Tropis 91S Muncul di Dekat NTB, Pertanda Apa?
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
DPR Curiga Program Magang Cuma Akal-akalan Perusahaan Cari Upah Murah, Buruh Tetap Terancam
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
Masa Transisi KUHP Baru Dinilai Rawan, DPR Wanti-Wanti Kekosongan Hukum
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah