Bisakah Uang Membuat Bahagia?

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 07 Desember 2023
Bisakah Uang Membuat Bahagia?

Menurut survei, uang dapat membantu membeli kebahagiaan bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar. (freepik/freepic.diller)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA yang membuat kamu bahagia? Apakah uang membeli kebahagiaan? Mungkin, tapi itu bukanlah pertanyaan yang mudah untuk dijawab.

Ukuran bahagia untuk setiap orang akan berbeda-beda. Namun, melansir dari laman Healthline, ada beberapa penelitian tentang topik ini dan banyak faktor yang berperan. Beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya:

- Nilai-nilai budaya

- Tempat tinggal

- Apa yang penting bagi kamu

- Bagaimana kamu menghabiskan uang

Ada yang berpendapat bahwa uang itu penting. Namun ada juga yang tidak merasakan kebahagiaan sama sekali setelah mengumpulkan uang.

Baca Juga:

Dasar-dasar yang Sebenarnya dapat Membuat Seseorang Bahagia

makan
Bahagia bagi kamu, namun belum tentu mewakili nilai standar kebahagiaan bagi orang lain. (freepik/benzoix)

Uang dan kebahagiaan

Hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan bisa dikatakan memiliki nilai intrinsik. Artinya, hal tersebut berharga bagi kamu, namun belum tentu mewakili nilai standar kebahagiaan bagi orang lain.

Sebaliknya, uang mempunyai nilai ekstrinsik. Ini berarti bahwa orang lain juga menyadari bahwa uang mempunyai nilai di dunia nyata, dan secara umum akan diterima.

Misalnya, kamu menyukai aroma lavender, tetapi orang lain mungkin menganggapnya kurang menarik. Perbedaan pendapat itu menjadi nilai intrinsik yang berbeda pada aroma lavender.

Jadi, jika aroma lavender membuatmu gembira, kamu menggunakan uang untuk membelinya dalam berbagai bentuk dan menyimpannya di sekitar rumah atau kantormu.

Hal itu dapat meningkatkan kebahagiaanmu. Dalam contoh ini, kamu menggunakan uang untuk secara tidak langsung memberimu kebahagiaan. Namun, meskipun barang-barang yang kamu beli membawa kebahagiaan jangka pendek, hal itu tidak selalu membawa kebahagiaan jangka panjang atau abadi.

Baca Juga:

Kunci Hidup Bahagia Sepenuhnya Menurut Psikolog

bahagia
Tuliskan apa yang kamu syukuri. Secara harfiah menghitung nikmatmu dapat membantu kamu merasa lebih positif. (freepik/freepik)

Puas

Studi tahun 2018 melihat apa yang akan terjadi jika perempuan di rumah tangga miskin di Zambia diberikan bantuan tunai secara rutin tanpa syarat apa pun. Selama periode 48 bulan, banyak perempuan memiliki perasaan bahagia dan kepuasan yang jauh lebih tinggi terhadap kesehatan mereka, baik untuk diri sendiri maupun untuk anak-anak mereka.

Selain studi tadi, sebuah studi di tahun 2010 berdasarkan jajak pendapat Gallup terhadap lebih dari 450.000 responden menunjukkan bahwa menghasilkan pendapatan hingga USD75 ribu (sekitar Rp1 miliar) pertahun dapat membuat kamu merasa lebih puas dengan hidupmu. Namun survei ini hanya mengamati orang-orang di Amerika Serikat.

Budaya mungkin ikut mempengaruhi hasil survei. Tergantung pada budayamu Kamu mungkin akan menemukan kebahagiaan dalam hal yang berbeda dibandingkan seseorang dengan budaya berbeda.

Studi dan survei ini menunjukkan bahwa uang dapat membantu membeli kebahagiaan bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, akses terhadap layanan kesehatan, makanan bergizi, dan rumah yang membuat kamu merasa aman dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik dan, dalam beberapa kasus, dapat meningkatkan kebahagiaan. Namun, ketika kebutuhan dasar terpenuhi, kebahagiaan dapat diperoleh seseorang dari uang mungkin menjadi stagnan.

Bahagia

Uang mungkin dapat membeli kebahagiaan, namun jangan selalu mengaitkan bahagia dengan uang. Terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencoba meningkatkan rasa bahagia. Pertimbangkan hal berikut:

- Tuliskan apa yang kamu syukuri. Secara harfiah 'menghitung nikmatmu' dapat membantu kamu merasa lebih positif. Daripada memikirkan apa yang tidak kamu miliki, pikirkanlah tentang apa yang telah kamu miliki.

- Renungkan. Jernihkan pikiranmu dan fokuslah pada diri sendiri daripada harta bendamu. Fokus pada siapa kamu versus apa yang kamu miliki.

- Olahraga. Dengan berolahraga dapat membantu meningkatkan endorfin, yang dapat menghasilkan kebahagiaan jangka pendek. Olahraga juga dapat membantumu merasa lebih percaya diri atau nyaman dengan diri sendiri.

Jadi uang tidak mungkin dapat membeli kebahagiaan, namun uang dapat membantumu mencapai kebahagiaan sampai batas tertentu. Dan selebihnya, kamu dapat menemukan kebahagiaan melalui cara-cara non-finansial lainnya, seperti menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kamu sayangi atau memikirkan hal-hal baik dalam hidupmu. Jangan lupa bahagia ya! (dgs)

Baca Juga:

Sulit Merasakan Bahagia? Jangan-Jangan Kamu Cherophobia

#Kesehatan #Desember Sebangsa Bahagia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan