BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, Soroti Bahan Makanan hingga Waktu Memasak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, Soroti Bahan Makanan hingga Waktu Memasak

Kepala BGN Sudaryono Lakukan Sidak. (Foto: dok BGN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait insiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa di SMK Negeri 6 Kota Semarang.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, Senin (3/8), berdasarkan hasil investigasi sementara, dugaan penyebab kasus tersebut mengarah pada beberapa bahan makanan, seperti daun singkong, bumbu rendang, dan faktor waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.

Sejauh ini laporan yang kami terima adalah ada beberapa bahan yang menjadi penyebab, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain. Tapi, investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal,

Kepala BGN, Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, dugaan tersebut muncul setelah hasil investigasi awal menunjukkan bahwa sejumlah sekolah lain yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama tidak mengalami insiden serupa.

Menu untuk sekolah-sekolah tersebut didistribusikan lebih pagi oleh SPPG Karangturi. Temuan itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca juga:

108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG

SPPG Karangturi Disuspend hingga Investigasi Rampung

Sebagai langkah tindak lanjut, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Karangturi dan memberikan surat peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat.

"Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono.

Pemberhentian sementara tersebut akan berlaku hingga proses investigasi selesai.

Menurut Sudaryono, hasil investigasi beserta pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari kerja.

"Kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak ya tujuh hari, lima hari kerja," ucap dia.

Baca juga:

BGN Suspend SPPG Karangturi usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BGN tengah mempersiapkan sistem pemantauan digital yang akan mengawasi seluruh proses produksi makanan secara real-time.

Sistem tersebut akan mencatat waktu persiapan bahan, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Sudaryono berharap sistem itu dapat mulai diterapkan dalam dua minggu ke depan sehingga seluruh proses dapat dipantau secara transparan.

Dengan sistem tersebut, orang tua siswa, guru, maupun Dinas Kesehatan nantinya dapat mengetahui informasi mengenai waktu memasak, menu yang disajikan, hingga bahan dan bumbu yang digunakan.

"Kita harapkan orang tua siswa, guru, dan barangkali Dinas Kesehatan bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja yang dimasak, bumbu apa yang dimasukkan, itu harus kemudian tersistem kita termonitor semua. Yang bisa dimonitor oleh semua orang," ungkap Sudaryono.

707 Orang Diduga Keracunan MBG

Sebagai informasi, sebanyak 707 orang yang terdiri atas 693 siswa dan 14 guru diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7).

Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi. Sementara itu, sembilan orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu MBG yang diproduksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi. (Knu)

#Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional #Keracunan Massal MBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp139,77 triliun per 16 September 2026, sambil mengeksekusi refocusing penerima manfaat
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Indonesia
RSCM Tidak Temukan Ada Gangguan Otak di Siswi Karo Korban Keracunan MBG
RSCM memastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada pelajar Karo terduga korban Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasien dinyatakan siap bersekolah lagi. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
RSCM Tidak Temukan Ada Gangguan Otak di Siswi Karo Korban Keracunan MBG
Indonesia
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Regulasi MBG harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Indonesia
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Sebanyak 1.653 satuan pendidikan kemudian dikeluarkan dari daftar penerima program.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Indonesia
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Komisi IX DPR meminta BGN melakukan investigasi kasus keracunan MBG. Sebab, kasus tersebut melonjak.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Indonesia
Legislator Minta Badan POM Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG
Pelaksanaan MBG tidak boleh hanya memenuhi aspek gizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Legislator Minta Badan POM Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG
Indonesia
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan menu susu bersifat tambahan yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita di atas dua tahun, serta peserta didik.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Bagikan