BGN Suspend SPPG Karangturi usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
BGN Suspend SPPG Karangturi usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang

Gedung Badan Gizi Nasional. (Foto: Dok. BGN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara (suspend) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, Jawa Tengah, menyusul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan warga SMK Negeri 6 Semarang.

Keputusan tersebut diambil sembari menunggu hasil investigasi atas insiden yang terjadi setelah konsumsi makanan program MBG.

Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami insiden tersebut usai mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (31/7). Mayoritas korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare.

Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan,

Kepala BGN, Sudaryono.

13 Korban Masih Jalani Perawatan

Para korban mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Semarang, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, RS Pantiwilasa Citarum, serta puskesmas.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan sebagian besar korban telah membaik. Dari sekitar 700 orang yang terdampak, sebanyak 13 orang masih menjalani perawatan.

"Kunjungan itu dilakukan setelah Dinas Dari sekitar 700an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ungkap Mas Dar.

Baca juga:

MBG Diminta Setop Sementara, Ekonom Soroti Anggaran hingga Kasus Keracunan

Investigasi Awal Soroti Bahan Makanan dan Waktu Memasak

Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan juga menjadi salah satu dugaan penyebab yang sedang didalami.

"Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja begitu untuk sampai dengan hasilnya. Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," lanjutnya.

Baca juga:

108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, BGN tengah mempercepat penerapan sistem digital yang memungkinkan seluruh proses produksi makanan terdokumentasi dan dipantau secara menyeluruh.

Sistem tersebut akan mencatat setiap tahapan produksi, mulai dari waktu bahan dipersiapkan, proses memasak, menu yang disajikan, hingga penggunaan bahan dan bumbu.

"Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang lagi kita paksa semua dapur, ada Korcam dan lain-lain, lagi kita paksa kita kerja pakai sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock. Dan kita lagi siapkan ini (sistemnya). Kita kebut semua," tutupnya. (Asp)

#Makan Bergizi Gratis #SPPG #Badan Gizi Nasional #Keracunan Massal MBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
BGN juga telah menutup secara permanen sejumlah dapur yang dinilai melakukan kelalaian secara sengaja, termasuk dapur di Karo, Semarang, dan Blora.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Bagikan