Berkat Anies Baswedan, Elektabilitas Partai NasDem Melejit

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 01 Desember 2021
Berkat Anies Baswedan, Elektabilitas Partai NasDem Melejit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama anggota DPR Ahmad Sahroni. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai NasDem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen. Hal ini merupakan hasil survei New Indonesia Research & Consulting.

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono menuturkan, melejitnya elektabilitas NasDem berkorelasi dengan kedekatan partai tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca Juga

PSI Tagih Janji Anies untuk Warga Kepulauan Seribu

"Basis pemilih Anies yang didominasi segmen islam makin mengerucut pilihan politiknya ke NasDem," kata Andreas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/11)

Sebagaimana diketahui, Nasdem cukup getol merekrut tokoh-tokoh dengan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden yang belum memiliki kendaraan politik. Melalui konvensi calon presiden yang direncanakan pada 2022, NasDem memberikan panggung kepada Anies dan tokoh-tokoh lain

"Sebagai partai politik nasionalis, NasDem memiliki keluwesan tinggi dan rentang spektrum ideologi yang sangat lebar untuk merangkul segmen pemilih islam," kata Andreas.

Hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan elektabilitas Partai NasDem mencapai 9,3 persen yang dirilis pada Selasa (30/11/2021). ANTARA/Ho-Humas New Indonesia Research & Consulting
Hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan elektabilitas Partai NasDem mencapai 9,3 persen yang dirilis pada Selasa (30/11/2021). ANTARA/Ho-Humas New Indonesia Research & Consulting

Dengan mendukung Anies, NasDem berupaya untuk menambah basis pemilih dari kalangan islam. Menguatnya elektabilitas partai besutan Surya Paloh itu juga berpeluang menciptakan polarisasi dengan koalisi partai nasionalis lain yang dominan yakni PDIP dan Gerindra.

Baca Juga

Alasan Anies Tunjuk Anak Buah Surya Paloh Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Di satu sisi, meskipun tetap unggul, elektabilitas PDIP kini hanya 16,4 persen. Sementara, elektabilitas Gerindra 9,6 persen, tipis di atas NasDem dan berpeluang tersalip.

"Banyak pemilih islam yang semula mendukung Gerindra bergeser ke NasDem," kata dia.

Lebih rinci, hasil survei New Indonesia Research & Consulting yakni PKB memperoleh elektabilitas sebesar 7,7 persen, Demokrat 7,3 persen, PSI 5,4 persen, Golkar 4,9 persen dan PKS 4,5 persen.

Selanjutnya, PPP dengan perolehan elektabilitas 2,2 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,1 persen dan Gelora 1,0 persen. Untuk papan bawah, Perindo hanya meraih 0,8 persen, Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen, Berkarya 0,2 persen dan Garuda 0,1 persen.

Selain itu, ia mengatakan munculnya partai politik baru masih belum cukup signifikan meraih dukungan dari masyarakat.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Baca Juga

Anies Sebut Formula E Kuatkan Peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian

#Anies Baswedan #Partai Nasdem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Bagikan