MerahPutih.com - Partai NasDem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen. Hal ini merupakan hasil survei New Indonesia Research & Consulting.
Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono menuturkan, melejitnya elektabilitas NasDem berkorelasi dengan kedekatan partai tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Baca Juga
"Basis pemilih Anies yang didominasi segmen islam makin mengerucut pilihan politiknya ke NasDem," kata Andreas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/11)
Sebagaimana diketahui, Nasdem cukup getol merekrut tokoh-tokoh dengan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden yang belum memiliki kendaraan politik. Melalui konvensi calon presiden yang direncanakan pada 2022, NasDem memberikan panggung kepada Anies dan tokoh-tokoh lain
"Sebagai partai politik nasionalis, NasDem memiliki keluwesan tinggi dan rentang spektrum ideologi yang sangat lebar untuk merangkul segmen pemilih islam," kata Andreas.
Dengan mendukung Anies, NasDem berupaya untuk menambah basis pemilih dari kalangan islam. Menguatnya elektabilitas partai besutan Surya Paloh itu juga berpeluang menciptakan polarisasi dengan koalisi partai nasionalis lain yang dominan yakni PDIP dan Gerindra.
Baca Juga
Alasan Anies Tunjuk Anak Buah Surya Paloh Jadi Ketua Pelaksana Formula E
Di satu sisi, meskipun tetap unggul, elektabilitas PDIP kini hanya 16,4 persen. Sementara, elektabilitas Gerindra 9,6 persen, tipis di atas NasDem dan berpeluang tersalip.
"Banyak pemilih islam yang semula mendukung Gerindra bergeser ke NasDem," kata dia.
Lebih rinci, hasil survei New Indonesia Research & Consulting yakni PKB memperoleh elektabilitas sebesar 7,7 persen, Demokrat 7,3 persen, PSI 5,4 persen, Golkar 4,9 persen dan PKS 4,5 persen.
Selanjutnya, PPP dengan perolehan elektabilitas 2,2 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,1 persen dan Gelora 1,0 persen. Untuk papan bawah, Perindo hanya meraih 0,8 persen, Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen, Berkarya 0,2 persen dan Garuda 0,1 persen.
Selain itu, ia mengatakan munculnya partai politik baru masih belum cukup signifikan meraih dukungan dari masyarakat.
Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 11 hingga 20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)
Baca Juga
Anies Sebut Formula E Kuatkan Peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian