Beredar Surat Salah Tulis Pangkat Jenderal Moeldoko

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Jumat, 10 Juli 2015
Beredar Surat Salah Tulis Pangkat Jenderal Moeldoko

Panglima TNI Jenderal Moeldoko melakukan sidak ke Grup 1/Eka Wastu Baladika Komando Pasukan Khusus (Kopassus) (Foto/Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Lagi, insiden kesalahan teknis dalam penulisan gelar dan singkatan pejabat tinggi negara kembali terjadi. Setelah tragedi salah tulis singkatan BIN oleh pihak istana negara, kali ini aksi serupa terjadi dan dilakukan oleh pihak DPR RI.

Dalam surat yang ditantandatangani Ketua DPR RI Setya Novanto per tanggal 3 Juli 2015 tentang Persetujuan DPR RI terhadap Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI ada keganjilan dalam penyebutan gelar dan pangkat Panglima TNI. 

Surat tersebut terdiri dua lembar. Lembar pertama berisi penjelasan dan alasan pemberhentian dan pergantian jabatan Panglima TNI. Sedangkan lembar kedua berisi tentang keputusan DPR RI memberhentikan dan mengangkat Panglima TNI.

Dalam lembar kedua tertera tulisan Menyetujui Pemberhentian Marsekal Moeldoko, S.IP sebagai Panglima TNI dan menyetujui pengangkatan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Kata-kata yang dinilai janggal adalah pengunaan "Marsekal Moeldoko". Pangkat Marsekal sendiri hanya digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sedangan Moeldoko bukan berasal dari Matra TNI AU.

Moeldoko berasal dari matra Angkatan Darat dan menggunakan gelar atau pangkat Jenderal dengan lambang 4 buah bintang di bahunya. Jenderal Moeldoko sendiri adalah lulusan Akabri tahun 1981 dan berpengalaman di bidang infanteri atau baret hijau.

Sedangkan orang yang menggunakan pangkat Marsekal adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Agus Supriatna. Nama Agus sendiri sebelumnya santer disebut-sebut sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Moeldoko. Agus sendiri secara terbuka mengaku siap menjadi pucuk pimpinan di Korps TNI.

Namun demikian Presiden Joko Widodo menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal Panglima TNI pengganti Jenderal Moeldoko. Pencalonan Gatot berlangsung dengan mulus, ia didukung penuh oleh Komisi I DPR RI dan dalam rapat Paripurna DPR RI Jenderal Gatot di dukung penuh oleh DPR RI. (bhd

BACA JUGA: 

Panglima TNI Buka Puasa Bersama 3.000 Anak Yatim 

Profil Singkat Panglima TNI Terpilih Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 

Brigjen TNI Markoni Jabat Kababinkum TNI

 

 

 

#DPR RI #Panglima TNI #Jenderal Moeldoko
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Komentari Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Pelatihan, Mereka bukan Prajurit Militer
Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
DPR Komentari Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Pelatihan, Mereka bukan Prajurit Militer
Indonesia
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Pemerintah berjanji segera mengambil keputusan agar pasokan gas bagi sektor industri kembali normal.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Indonesia
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Proses pemeriksaan tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum, sedangkan Kementerian Perdagangan menyerahkan penindakan kepada aparat sesuai kewenangannya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Indonesia
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Siapa pun yang memberikan uang kepada mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme mahasiswa.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Indonesia
Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR: Harusnya Perbanyak Latihan Manajemen Koperasi
Latihan dasar militer seharusnya hanya diarahkan untuk membangkitkan kekompakan, disiplin pribadi, dan kebersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR: Harusnya Perbanyak Latihan Manajemen Koperasi
Indonesia
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
MSCI terus menyoroti beberapa aspek krusial di pasar saham Tanah Air, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
Indonesia
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Evaluasi perlu dilakukan jika ditemukan aspek yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan pelatihan.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Indonesia
Komisi II DPR Minta Penurunan Transfer ke Daerah 2027 Sebesar Rp 300 Triliun Dikaji Ulang
Semangat otonomi daerah menunjukkan kemajuan Indonesia sangat ditentukan kemajuan provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Tanah Air. 

Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Komisi II DPR Minta Penurunan Transfer ke Daerah 2027 Sebesar Rp 300 Triliun Dikaji Ulang
Indonesia
Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal saat Pelatihan, DPR Dorong Evaluasi Proses Rekrutmen
Sebelum mengikuti retret, setiap calon manajer diwajibkan menjalani tes kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal saat Pelatihan, DPR Dorong Evaluasi Proses Rekrutmen
Indonesia
DPR Usul Perubahan Skema Seleksi Calon Manajer KDKMP, jangan Ada Korban Lagi
Diusulkan, sebelum mengikuti retret, setiap calon manajer diwajibkan menjalani tes kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
DPR Usul Perubahan Skema Seleksi Calon Manajer KDKMP, jangan Ada Korban Lagi
Bagikan