MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengevaluasi materi pelatihan militer dalam program sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) 2026. Permintaan tersebut disampaikan setelah sejumlah calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) meninggal dunia seusai mengikuti pelatihan. Menurut Dave, pelatihan yang diberikan kepada peserta SPPI merupakan pelatihan dasar.
"Pelatihan ini pelatihan yang sangat dasar, akan tetapi memang harus didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fit tertentu," kata Dave kepada wartawan di kompleks MPR/DPR, Kamis (25/6).
Dave juga menyoroti pentingnya tes kesehatan dalam proses seleksi calon manajer Kopdes Merah Putih. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak boleh hanya menjadi formalitas, tapi harus mampu mengidentifikasi kondisi fisik peserta secara menyeluruh sebelum mengikuti pelatihan.
Politisi Partai Golkar itu menilai evaluasi perlu dilakukan jika ditemukan aspek yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan pelatihan.
"Dengan begitu, program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar bisa berjalan," katanya.
Baca juga:
Ia menegaskan peristiwa meninggalnya dua peserta harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar program pelatihan militer SPPI dapat terus disempurnakan.
"Hal itu harus menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki hingga disempurnakan ke depannya," lanjutnya.(knu)
Baca juga:
2 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Mengakui
Foto : Pelatihan Anggota calon Manajer Kopdes Merah Putih/ dok TNI