MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) usai IHSG Anjlok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - LANGKAH Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memperpanjang evaluasi status pasar saham Indonesia sebagai emerging market hingga November 2026 harus disikapi secara optimistis.

Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menegaskan keputusan ini merupakan momentum emas bagi otoritas keuangan untuk mempercepat reformasi total bursa efek demi mewujudkan pasar modal yang jauh lebih berkualitas, transparan, dan berintegritas.

Dalam evaluasinya, MSCI terus menyoroti beberapa aspek krusial di pasar saham Tanah Air, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar.

Perpanjangan waktu ini dinilai memberikan ruang bagi pemerintah dan otoritas pasar modal untuk membenahi diri. Meski demikian, langkah MSCI berpotensi memicu ketidakpastian yang dapat memengaruhi arus investasi, stabilitas pasar keuangan, dan kepercayaan investor jika tidak direspons dengan kebijakan yang kuat.

Baca juga:

Himpunan Bank Negara Dikerahkan Buat Naikkan Pasar Modal



"Keputusan MSCI ini jangan dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai cambuk dan alarm keras bagi kita semua. Ini adalah momentum berharga bagi bursa kita untuk berbenah total. Kita harus memanfaatkan sisa waktu yang ada melakukan reformasi bursa agresif dan komprehensif, agar pasar modal Indonesia memenuhi standar emas praktik terbaik internasional," ujar Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (25/6).

Mantan Menteri Desa ini mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk bergerak cepat dan tidak menunda-nunda implementasi reformasi pasar modal yang telah diumumkan sebelumnya. Fokus utama harus diarahkan pada peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham, penguatan ketentuan porsi saham publik (free float), serta penyempurnaan sistem pelaporan transaksi.

"Otoritas pasar modal wajib menyampaikan indikator capaian reformasi ini secara berkala kepada publik dan investor. Kemajuan yang dilakukan harus bisa diukur secara objektif dan transparan sebelum evaluasi akhir MSCI dilakukan pada November 2026 mendatang. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola bisnis biasa (business as usual)," tegas legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Mantan Ketua Fraksi PKB ini menyatakan bahwa Komisi XI DPR berkomitmen penuh untuk mengawal isu ini. Dalam waktu dekat, Komisi XI bersama dengan OJK dan Kementerian Keuangan akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap kecukupan seluruh kerangka regulasi pasar modal Indonesia.

Evaluasi bersama tersebut akan menitikberatkan pada efektivitas penerapan ketentuan keterbukaan informasi (disclosure), penguatan tata kelola emiten (corporate governance), pengetatan pengawasan terhadap transaksi-transaksi yang berpotensi manipulatif (market manipulation), serta harmonisasi regulasi makro yang sejalan dengan ekosistem keuangan global.

"Pasar modal merupakan salah satu pilar utama yang menopang kepercayaan investasi di Indonesia. Kita harus memastikan tidak ada ruang sekecil apa pun bagi praktik manipulasi pasar yang merugikan investor, terutama investor ritel domestik. Kepercayaan itu mahal nilainya. Komisi XI akan memastikan regulasi kita memiliki taring yang kuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah volatilitas global saat ini," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Intervensi Bursa Saham Saat IHSG Terjun Bebas Lebih dari 4 Persen














#Pasar Modal #DPR RI #Finansial
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
MSCI terus menyoroti beberapa aspek krusial di pasar saham Tanah Air, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
Berita
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan Nasabah PNM Mekaar Berhasil Naik Kelas
Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM mencatat peningkatan signifikan nasabah PNM Mekaar yang naik kelas pada 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan Nasabah PNM Mekaar Berhasil Naik Kelas
Indonesia
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Evaluasi perlu dilakukan jika ditemukan aspek yang perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan pelatihan.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
DPR Desak Program Pelatihan Manajer Kopdes Dievaluasi setelah Sejumlah Peserta Meninggal Dunia
Indonesia
Komisi II DPR Minta Penurunan Transfer ke Daerah 2027 Sebesar Rp 300 Triliun Dikaji Ulang
Semangat otonomi daerah menunjukkan kemajuan Indonesia sangat ditentukan kemajuan provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Tanah Air. 

Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Komisi II DPR Minta Penurunan Transfer ke Daerah 2027 Sebesar Rp 300 Triliun Dikaji Ulang
Indonesia
Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal saat Pelatihan, DPR Dorong Evaluasi Proses Rekrutmen
Sebelum mengikuti retret, setiap calon manajer diwajibkan menjalani tes kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal saat Pelatihan, DPR Dorong Evaluasi Proses Rekrutmen
Indonesia
DPR Usul Perubahan Skema Seleksi Calon Manajer KDKMP, jangan Ada Korban Lagi
Diusulkan, sebelum mengikuti retret, setiap calon manajer diwajibkan menjalani tes kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
DPR Usul Perubahan Skema Seleksi Calon Manajer KDKMP, jangan Ada Korban Lagi
Indonesia
DPR Desak BGN Perbaiki Tata Kelola MBG
Keberhasilan program harus dilihat dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
DPR Desak BGN Perbaiki Tata Kelola MBG
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
DPR Sebut Insiden Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Bukti Infrastruktur Indonesia belum Siap
Insiden ini menandakan kesiapsiagaan Indonesia belum cukup untuk memastikan bahwa pasokan listrik itu terjamin.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
DPR Sebut Insiden Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Bukti Infrastruktur Indonesia belum Siap
Indonesia
DPR Bertemu Bos GoTo dan Grab, Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli 2026
Gojek dan Grab sepakat menurunkan potongan komisi ojek online roda dua menjadi 8% mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
DPR Bertemu Bos GoTo dan Grab, Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli 2026
Bagikan