Kesehatan Mental

Berbahaya untuk Reproduksi Perempuan, Endometriosis Sulit Terdeteksi Dini

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 15 Juni 2021
Berbahaya untuk Reproduksi Perempuan, Endometriosis Sulit Terdeteksi Dini

Berbahaya, endometriosis sulit dideteksi (Sumber: Pexels/Andrra Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DATANG bulan bisa menjadi mimpi buruk bagi beberapa perempuan. Mereka akan merasa nyeri yang sangat hebat setiap kali tiba waktunya menstruasi. Bahkan ada yang terpaksa izin sakit atau tidak masuk sekolah maupun tempat bekerja akibat keluhan nyeri yang sangat hebat. Nyeri haid yang ekstrem perlu diwaspadai karena bisa jadi itu tanda endometriosis.

Endometriosis adalah penyakit inflamasi berupa tumbuhnya jaringan abnormal menyerupai endometrium (jaringan abnormal) dan memicu reaksi peradangan.

Endometriosis diketahui dapat ditemukan pada 6%–10% perempuan usia produktif. Nyeri dan/atau infertilitas merupakan gejala tersering yang dikeluhkan pasien. Namun, tidak jarang pula endometriosis muncul tanpa adanya gejala apa pun.

BACA JUGA:

Mengenal Sapioseksual, ketika Isi Kepala Lebih Menarik daripada Kelamin

Tanpa diagnosis, penyakit tidak hanya dapat berkembang, tapi akan berdampak pada kualitas kesehatan dan hidup pasien. Selain gejala fisik dan terkadang melumpuhkan aktivitas pasien, endometriosis dapat berdampak pada semua bidang kehidupan perempuan termasuk

hubungan, pekerjaan dan pendidikan. Endometriosis menyebabkan tingginya angka morbiditas, ketidakhadiran, dan biaya sosial ekonomi, juga berpengaruh pada kualitas hidup, pendidikan, tingkat kepercayaan diri dan kesuburan pada perempuan (fertilitas).

perempuan

Jangan remehkan sakit perut saat datang bulan (Sumber: Pexels/polina zimmerman)

Jika tidak segera ditangani, endometriosis dapat mengganggu kesuburan perempuan. Pada pasangan yang baru menikah endometriosis bisa menghambat untuk memiliki keturunan. “Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda endometriosis sejak dini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan kasus

endometriosis yang sangat kompleks,“ jelas Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, Dokter pendiri SMART IVF dan Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia.

Sayangnya, penegakan diagnosis endometriosis tidak bisa dikatakan mudah. Sejumlah penelitian mendapatkan angka diagnosis endometriosis yang terlambat hingga 7–10 tahun sampai diagnosis ditegakkan. Penelitian lainnya melaporkan bahwa di Spanyol dan Inggris penegakan diagnosis dapat terlambat hingga 8 tahun. Berbeda dengan di Norwegia selama 6 tahun, di Italia 7–10 tahun, dan 4–5 tahun di Irlandia dan Belgia.

Sementara itu, pasien endometriosis di Indonesia mengalami keterlambatan penegakan diagnosis 9 sampai 10 tahun. Dapat dikatakan, mereka sudah menderita endometriosis tapi tidak mengetahuinya lebih awal.

perempuan

Penyebab endometriosis sulit dideteksi (Sumber: Pexels/Sora Shimazaki)

Sejumlah faktor menjadi penyebab keterlambatan penegakan diagnosis endometriosis. Seperti onset awal dari gejala, nyeri yang dianggap normal oleh dokter, dan penggunaan kontrasepsi secara intermiten sehingga terjadi supresi hormon. Selain itu, adanya misdiagnosis di awal menjadi peran penting pada terlambatnya penegakan diagnosis endometriosis.

Penting bagi dokter untuk menerima pelatihan dan bimbingan untuk membantu mereka menemukan tanda-tanda endometriosis serta kondisimenstruasi lainnya. Semakin dini diagnosis, semakin cepat pasien menjalani pengobatan. Tanpa diagnois, penyakit tidak hanya dapat berkembang, tapi akan berdampak pada kualitas kesehatan dan hidup pasien.(Avia)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan