Bentrokan di Sorong dan Maluku Dipastikan Bukan Persoalan SARA

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 28 Januari 2022
Bentrokan di Sorong dan Maluku Dipastikan Bukan Persoalan SARA

Forkopimda sedang melakukan mediasi bersama warga dan tokoh agama Desa Kariu. (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Media massa dihiasi berita soal konflik yang terjadi di Pulau Haruku, Maluku dan Sorong, Papua Barat.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menekankan, tidak ada satu pun yang bermotif atau memiliki latar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Hal ini disampaikan Mahfud usai menggelar rapat koordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa terkait situasi terkini di Maluku, Papua dan Papua Barat, Jumat (28/1).

Baca Juga:

Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah

Rapat yang digelar secara daring ini juga dihadiri Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Deputi II BIN, Kabaintelkam Polri, Pangdam XVII/Cendrawasih, Pangdam XVI/ Pattimura, dan Pangdam XVIII/ Kasuari, serta Kapolda Maluku, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Papua, dan Kapolda Papua Barat.

"Tidak ada satu pun yang bermotif SARA. Mohon jangan dikembang-kembangkan," kata Mahfud dalam keterangan pers yang disiarkan akun YouTube Kemenko Polhukam, Jumat (28/1).

Mahfud mengatakan, di Sorong Papua Barat, merupakan perkelahian di tempat hiburan.

Perkelahian itu kemudian merembet hingga tempat hiburan dibakar dan menyebabkan 17 orang meninggal dunia.

Sementara di Pulau Haruku, Mahfud mengatakan, bentrokan yang terjadi merupakan konflik tanah.

"Jadi bukan SARA dalam arti SARA yang dikenal di dalam politik. Itu konflik tanah murni," katanya.

Baca Juga:

Sikapi Bentrokan Maluku Tengah, DPD RI Ingatkan Semua Pihak Jaga Persatuan

Sedangkan di Papua, terjadi penyerangan oleh kelompok separatis teroris Papua di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome Kabupaten Puncak yang menyebabkan tiga prajurit TNI meninggal dunia.

Mahfud mengatakan, peristiwa ini terjadi karena perubahan penanganan persoalan Papua yang lebih mengedepankan pendekatan defensif dan mencegah jatuhnya korban dari masyarakat sipil.

"Sekarang TNI itu lebih bersifat defensif, tidak ofensif," katanya.

Mahfud mengatakan, konflik di wilayah tersebut menjadi bahasan utama dalam rapat koordinasi hari ini. Dikatakan, kondisi di tiga daerah itu saat ini aman terkendali.

"Kami bicarakan ini semua tadi yang kesimpulannya itu sekarang alhamdulillah aman terkendali," katanya.

Sekadar informasi, bentrokan di Haruku, Maluku, menewaskan tiga orang.

Bentrokan itu terjadi pada Selasa (25/1), yang melibatkan warga Desa Ori dan Desa Kariu di Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Bentrokan dipicu selisih paham soal batas tanah desa.

Sementara, bentrokan maut di Sorong menyebabkan 17 korban tewas berstatus pengunjung dan karyawan diskotek DoubleO. Para korban tewas ini telah dievakuasi ke RS Solube Solu, Kota Sorong. (Knu)

Baca Juga:

BNPB Pantau Kondisi Maluku Setelah Digoyang Gempa Magnitudo 7,4

#Mahfud MD #Maluku #Sorong
Bagikan

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Indonesia
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Mahfud MD menyoroti persoalan klasik yang menghantui birokrasi Indonesia, yakni kebocoran anggaran.
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Indonesia
Mahfud MD Dorong RUU Pemilu Rampung 2027, Puan: tak Perlu Terburu-buru
Proses legislasi perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari publik.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mahfud MD Dorong RUU Pemilu Rampung 2027, Puan: tak Perlu Terburu-buru
Indonesia
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Saat kini, kondisi keamanan di Desa Fiditan dilaporkan telah kembali kondusif meski aparat masih disiagakan untuk mencegah konflik susulan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Indonesia
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Anggota Brimob, Bripda MS, resmi dipecat dari polri usai menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Indonesia
Ketua Komisi X DPR Minta Kasus Kekerasan Aparat terhadap Pelajar di Tual Diusut Transparan
Proses hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan tegas tanpa boleh ada impunitas terhadap pelanggaran yang menyebabkan kematian.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Ketua Komisi X DPR Minta Kasus Kekerasan Aparat terhadap Pelajar di Tual Diusut Transparan
Indonesia
Kapolri Murka! Minta Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas Segera Diusut Tuntas
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengusutan tuntas kasus dugaan penganiayaan pelajar oleh oknum Brimob di Tual, Maluku, hingga tewas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Kapolri Murka! Minta Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas Segera Diusut Tuntas
Indonesia
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang kawasan Maluku Tengah, Maluku, pagi tadi getarannya terasa hingga Papua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Bagikan