Benarkah Tubuh Kita Butuh Air yang Banyak?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 06 September 2017
Benarkah Tubuh Kita Butuh Air yang Banyak?

Air sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai kepentingan kesehatan. (Foto: circuitworks)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBENARNYA seberapa banyak tubuh kita memerlukan air. Benarkah sebanyak 1-2 liter hanya air saja, ataukah dapat dipenuhi dari sumber-sumber lainnya. Kekurangan air sangat mudah dideteksi dengan warna air seni yang terlihat lebih gelap. Kebanyakan mengonsumsi air juga tidak baik, salah satunya menurunkan kadar sodium atau garam di dalam tubuh.

Tubuh memerlukan sekitar 1 liter air untuk memenuhi kebutuhan cairan. Sayangnya umumnya orang menterjemahkan hanya air dari sumber air saja. Sebenarnya masih banyak sumber air lainnya yang didapatkan tubuh.

Seduhan teh atau kopi termasuk dalam hitungan air yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun teh dan kopi kerap membuat orang ke belakang pula, namun sumber cairan sudah dapat dipenuhi. Sumber air lainnya adalah dari sayur mayur.

Meskipun juice buah dan minuman ringan termasuk yang memberikan cairan ke dalam tubuh. Namun sebaiknya dihindari, sebab keduanya mengandung kadar gula yang tinggi. Tentunya di ujung akan membuat permasalahan kesehatan.

Menurut pakar kesehatan yang dituliskan pada huffpost, air sebagai dasar dari cairan di dalam tubuh memiliki fungsi untuk melumasi persendian, membasahi mata dan mulut hingga ke organ lainnya. Kemudian untuk menjaga kelembaban cairan akan dikeluarkan sebagai keringat dan untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Ciri-ciri dehidrasi adalah lelah, letih, pusing dan tidak konsentrasi.

Overhidrasi atau kelebihan air tak baik pula bagi orang. Selain melarutkan garam di dalam tubuh, kepala terasa ringan dan fatalnya menuju pada kematian. Namun kasus ini sangat jarang. Biasanya kasus ini terjadi pada seseorang yang mengalami dehidrasi karena berkeringat, kemudian langsung meminum air lebih dari satu liter.

Menurut Dr Michael Farrell dari Monash University Melbourne yang ditulis dalam huffpost, sebaiknya meminum air saat membutuhkan atau haus. Bukan berdasdarkan jadwal yang harus dipenuhi.

Ternyata air dapat membantu seseorang menurunkan berat badannya. Seperti yang dilakukan oleh American Chemical Society yang membuat penelitian selama 12 minggu. Mereka membagi dua grup partisipan, satu yang meminum 1-2 gelascangkir air sebelum makan dan grup lainnya tidak. Satu grup yang meminum air terlebih dahulu sebelum makan mengalami penurunan berat sebanyak 7 kg, yang tidak sebanyak 5 kg. Bahkan pada orang-orang tua yang minum air dua cangkir memiliki jumlah kalori yang lebih rendah. (psr)

#Air Putih #Air Minum #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
Tips Tetap Fit saat Mudik: Pentingnya Cukup Minum Selama Puasa
Menjaga hidrasi menjadi langkah penting agar tubuh tetap prima dan perjalanan mudik berlangsung aman hingga tiba di tujuan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Tips Tetap Fit saat Mudik: Pentingnya Cukup Minum Selama Puasa
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Jakarta Punya Teknologi Tangkap Air dari Atmosfer untuk Air Minum, Canggih Banget
Alat bernama trapping atmosphere ini akan ditempatkan di sejumlah titik wilayah Jakarta, salah satunya di kawasan Sudirman–Thamrin.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Jakarta Punya Teknologi Tangkap Air dari Atmosfer untuk Air Minum, Canggih Banget
Indonesia
Penyedotan Air Tanah Rugikan Warga, Komisi VII DPR Desak Penataan Industri Air Kemasan
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, terdapat 707 pabrik AMDK yang beroperasi di Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 12 November 2025
Penyedotan Air Tanah Rugikan Warga, Komisi VII DPR Desak Penataan Industri Air Kemasan
Indonesia
DPR Sebut 'Gimmick' AMDK Berlabel 'Air Pegunungan' Bentuk Pelecehan Kedaulatan Negara, Menteri Jangan Hanya Mengimbau Masyarakat
Hanif mengingatkan publik agar tidak mudah tertipu dengan label "air pegunungan"
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Oktober 2025
DPR Sebut 'Gimmick' AMDK Berlabel 'Air Pegunungan' Bentuk Pelecehan Kedaulatan Negara, Menteri Jangan Hanya Mengimbau Masyarakat
Indonesia
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
IHW mendorong BPOM dan BPJPH melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas produksi dan sumber air yang digunakan oleh Aqua.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Oktober 2025
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
Indonesia
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Aqua kini dianggap membohongi konsumen soal sumber air. YLKI pun meminta pemerintah untuk melakukan audit terhadap produsen air minum tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Indonesia
Dewan Gerindra Desak BPKN Selidiki Temuan Sumber Air Aqua dari Sumur Bor di Subang
Temuan bahwa sumber air Aqua di Subang berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan sebagaimana diklaim, merupakan persoalan serius.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Dewan Gerindra Desak BPKN Selidiki Temuan Sumber Air Aqua dari Sumur Bor di Subang
Indonesia
3 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Ditutup Satpol PP, Ada Kandungan E Coli
Tempat usaha itu ditindak karena tidak memiliki izin usaha sesuai ketentuan, dan tidak memenuhi standar kualitas air.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
3 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Ditutup Satpol PP, Ada Kandungan E Coli
Lifestyle
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Mereka yang membatasi makan kurang dari delapan jam sehari memiliki risiko 135 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Bagikan