Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bela Anies, Lieus Sungkharisma: Apa Salahnya Gelar Formula E di Monas?

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 21 Februari 2020
Bela Anies, Lieus Sungkharisma: Apa Salahnya Gelar Formula E di Monas?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menilai penolakan terhadap rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menggelar balapan Formula E di kawasan Monas kental aroma politik. Menurut Lieus, ada pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan citra Anies.

“Memang susah bila semua sudah dipolitisir,” ungkap Lieus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/2).

Baca Juga

Formula E di Monas Tabrak UU Cagar Budaya dan Peraturan Gubernur

Lieus berujar, jika memang ada kekhawatiran, misalnya terhadap dampak atau risiko yang ditimbulkan dari acara itu, maka nantinya tinggal meminta pertanggungjawaban dari penyelenggara.

“Tapi memang ampun dah di Jakarta ini. Mau buat kegiatan yang baik pun tetap diserang," kata mantan juru kampanye Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu.

lieus sungkharisma
Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma. (MP/Asropih)

Lieus mendukung rencana Anies itu. Menurutnya, sudah tepat bila Anies ingin menggelar acara bertaraf internasional di kawasan Monas, karena Monas merupakan ikon Ibukota dan Indonesia.

“Apa salahnya Anies Baswedan menggelar lomba Formula E di Monas? Apalagi ini bagian dari upaya Pemprov DKI untuk menambah pendapatan bagi daerahnya,” ujar Lieus yang pernah terjerat kasus pidana makar ini.

Baca Juga

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Cari Rute Baru Formula E Selain Monas

Sebagai upaya menambah pemasukan bagi keuangan daerah, lanjut Lieus, rencana Anies itu seharusnya juga didukung semua pihak.

“Sebab kegiatan ini bukan saja bisa menghasilkan devisa, tapi juga akan berdampak positif bagi dunia pariwisata di Indonesia,” ungkap Lieus.

“Ini suatu yang baru dan bisa memberi citra positif tidak hanya bagi Jakarta, tapi juga bagi Indonesia. Makanya kita harus dukung,” kata pria yang juga seorang pengusaha kuliner ini.

Lieus menambahkan, kritik, saran dan masukan terhadap rencana Anies itu sangat baik disampaikan.

"Yang tidak baik adalah bila kritik itu bertujuan untuk menggagalkan niat baik Gubernur Jakarta tersebut,” kata Lieus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima protes dari masyarakat di lokasi banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). (ANTARA/ Livia Kristianti)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima protes dari masyarakat di lokasi banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). (ANTARA/ Livia Kristianti)

Kritikan terhadap langkah Anies menggelar Formula E datang dari berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ia mempertanyakan Anies Baswedan yang ingin mengadakan lomba balapan mobil listrik atau Formula E di Monas.

"Gubernur DKI tahu apa tidak? Kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu kenapa enggak di tempat lain," kata Mega

Baca Juga

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Perbaiki Surat Izin Formula E

Mega mengatakan, di dalam putusan peraturan, Monas itu cagar budaya. Menurut Megawati, Monas dibangun dengan susah payah oleh ayahnya, Presiden RI pertama Soekarno.

Saat itu, Soekarno mencari uang sendiri untuk membangun Monas saat sudah dilengserkan. Kata Mega, ayahnya mencari uang sendiri karena takut pembangunan Monas tidak dilanjutkan pemerintahan selanjutnya. (Knu)

#Megawati Soekarnoputri #Lieus Sungkharisma #Anies Baswedan #Formula E
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Indonesia
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Megawati membandingkan pengorbanan masa muda Xanana Gusmao yang dipanggil 'Maun Xanana' dengan ayahnya sendiri, Bung Karno, yang harus menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Indonesia
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Megawati Soekarnoputri menerima Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Presiden José Ramos-Horta memuji perannya dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Bung Karno telah meramalkan ketidakstabilan akibat kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan