Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 56 menit lalu
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan

Megawati disambut langsung oleh Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. (Foto: dok. PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, resmi menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, Grande Colar da Ordem de Timor-Leste, dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (9/7).

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat sejak pagi hari. Setibanya di Istana Kepresidenan, Megawati disambut pertunjukan seni dan tarian tradisional Timor-Leste sebelum disambut langsung oleh Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao.

Dalam kunjungan tersebut, Megawati didampingi keluarga serta delegasi pusat PDI Perjuangan yang terdiri atas Puti Guntur Soekarno, Hendra Hartomo atau Romy Soekarno, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah, Andreas H. Pareira, serta Andi Widjajanto.

Sebelum prosesi penganugerahan, kedua pihak terlebih dahulu menggelar pertemuan bilateral secara formal.

Diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Timor-Leste

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden Nomor 72/2026 tentang Penganugerahan Gelar Kehormatan.

Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Henriqueta Maria da Silva, membacakan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Megawati dalam memperkuat persahabatan, dialog, serta normalisasi hubungan bilateral setelah pemulihan kemerdekaan Timor-Leste.

Ramos-Horta puji sikap negarawan Megawati

Dalam pidato penghormatannya, Presiden José Ramos-Horta secara khusus menyoroti peran Megawati pada masa transisi demokrasi Indonesia pascareformasi.

Ia memuji keputusan Megawati yang menerima hasil konstitusional Pemilu 1999 secara damai demi menjaga stabilitas negara.

Ibu Megawati dengan tenang menerima keputusan konstitusional tersebut dan mengemban jabatan sebagai Wakil Presiden. Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati,

Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta.

Ramos-Horta juga mengapresiasi kebijakan Megawati saat menjabat Presiden RI pada 2001 yang menerima realitas sejarah baru, mendukung proses transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTAET), serta membangun fondasi hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan Timor-Leste.

Di tengah pidatonya, Ramos-Horta sempat mencairkan suasana dengan melontarkan kelakar mengenai Perdana Menteri Xanana Gusmão yang disebutnya lulus dengan predikat summa cum laude dari "Universitas Cipinang". Menurutnya, Megawati dan Xanana merupakan dua tokoh penting yang berperan memperkuat hubungan kedua negara.

Baca juga:

Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci

Megawati: Penghargaan ini adalah amanat untuk masa depan

Usai medali Grande Colar disematkan langsung oleh Presiden Ramos-Horta, Megawati menyampaikan pidato sambutan yang diawali dengan sapaan, "Bondia, Timor-Leste!"

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanat untuk terus menjaga hubungan kedua negara.

Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus,

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda Indonesia dan Timor-Leste agar terus merawat hubungan persahabatan yang dibangun atas dasar kesetaraan.

Singgung Kupa Lopez hingga perjuangan Bung Karno dan Xanana

Dalam pidatonya, Megawati turut memanggil Kupa Lopez, anak muda asal Timor-Leste yang pernah meminta izin kepadanya untuk terjun ke dunia politik dan kini berkarier sebagai diplomat, termasuk pernah menjabat Duta Besar Timor-Leste untuk Kamboja.

Megawati juga membandingkan perjuangan Xanana Gusmão—yang akrab disapa Maun Xanana—dengan ayahnya, Bung Karno.

Menurut Megawati, keduanya memiliki kesamaan dalam pengorbanan demi bangsa. Bung Karno, katanya, menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara dan menjalani masa pembuangan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:

Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global

Canda soal cabai Timor-Leste mencairkan suasana

Nuansa hangat mewarnai akhir pidato Megawati ketika ia mengenang pengalaman pertamanya berkunjung ke Dili.

Sambil tersenyum, ia mengaku tidak pernah melupakan pedasnya cabai rawit khas Timor-Leste yang pernah disantapnya saat sarapan nasi goreng di sebuah hotel kecil di Dili.

Megawati bahkan berseloroh rasa cabai tersebut "lebih meledak dari bom".

"Tadi saya sudah berbisik-bisik kepada Pak Ramos-Horta dan Maun Xanana, sekarang saya sudah menyuruh staf saya pergi ke pasar Dili untuk membeli oleh-oleh, khusus membawa pulang cabai Timor-Leste itu," canda Megawati yang disambut tawa para hadirin.

Rangkaian penganugerahan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung dalam lima sesi.

Foto tersebut melibatkan keluarga besar Megawati, pimpinan parlemen Timor-Leste, jajaran militer dan kepolisian, serta para sekretaris jenderal partai politik setempat, yakni CNRT, Fretilin, PD, PLP, dan KHUNTO. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #Timor Leste #Jose Ramos-Horta #Xanana Gusmao
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Megawati Soekarnoputri menerima Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Presiden José Ramos-Horta memuji perannya dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 56 menit lalu
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Dunia
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Klaim Timor Leste ingin kembali ke Indonesia adalah hoaks. Faktanya, video hanya membahas impor barang dari Indonesia tanpa pernyataan resmi bergabung ke NKRI.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Bung Karno telah meramalkan ketidakstabilan akibat kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno
Indonesia
Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global
Dubes Jerman kagum dengan peran Soekarno saat ini dalam menggerakkan kebangkitan negara di wilayah Asia dan Afrika.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global
Indonesia
Buka Sekolah Partai, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Rakyat dan Jaga Integritas
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara resmi membuka Sekolah Partai bagi pengurus daerah se-Indonesia. Acara ini dilaksanakan luring dan daring.
Soffi Amira - Jumat, 17 April 2026
Buka Sekolah Partai, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Rakyat dan Jaga Integritas
Indonesia
Dubes Arab Saudi Minta Megawati Ikut Berperan Aktif terhadap Situasi Terkini di Timur Tengah
Menurut Dubes Arab Saudi, Megawati Soekarnoputri merupakan sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
Dubes Arab Saudi Minta Megawati Ikut Berperan Aktif terhadap Situasi Terkini di Timur Tengah
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Timor Leste Kirimkan 10 Ribu Pasukan Bantu Israel Lawan Iran
Negara tetangga Timor Leste dikabarkan mengirimkan 10 ribu pasukannya untuk membantu Israel berperang melawan Iran.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Timor Leste Kirimkan 10 Ribu Pasukan Bantu Israel Lawan Iran
Indonesia
Pertemuan Lanjutan Megawati-Prabowo? Jawaban Puan Singkat Penuh Makna
Pernyataan Puan ini memperkuat indikasi bahwa komunikasi politik antara PDIP dan pemerintahan Prabowo akan terus berlanjut
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Pertemuan Lanjutan Megawati-Prabowo? Jawaban Puan Singkat Penuh Makna
Bagikan