Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan

Megawati disambut langsung oleh Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. (Foto: dok. PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, resmi menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, Grande Colar da Ordem de Timor-Leste, dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (9/7).

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat sejak pagi hari. Setibanya di Istana Kepresidenan, Megawati disambut pertunjukan seni dan tarian tradisional Timor-Leste sebelum disambut langsung oleh Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao.

Dalam kunjungan tersebut, Megawati didampingi keluarga serta delegasi pusat PDI Perjuangan yang terdiri atas Puti Guntur Soekarno, Hendra Hartomo atau Romy Soekarno, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah, Andreas H. Pareira, serta Andi Widjajanto.

Sebelum prosesi penganugerahan, kedua pihak terlebih dahulu menggelar pertemuan bilateral secara formal.

Diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Timor-Leste

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden Nomor 72/2026 tentang Penganugerahan Gelar Kehormatan.

Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Henriqueta Maria da Silva, membacakan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Megawati dalam memperkuat persahabatan, dialog, serta normalisasi hubungan bilateral setelah pemulihan kemerdekaan Timor-Leste.

Ramos-Horta puji sikap negarawan Megawati

Dalam pidato penghormatannya, Presiden José Ramos-Horta secara khusus menyoroti peran Megawati pada masa transisi demokrasi Indonesia pascareformasi.

Ia memuji keputusan Megawati yang menerima hasil konstitusional Pemilu 1999 secara damai demi menjaga stabilitas negara.

Ibu Megawati dengan tenang menerima keputusan konstitusional tersebut dan mengemban jabatan sebagai Wakil Presiden. Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati,

Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta.

Ramos-Horta juga mengapresiasi kebijakan Megawati saat menjabat Presiden RI pada 2001 yang menerima realitas sejarah baru, mendukung proses transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTAET), serta membangun fondasi hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan Timor-Leste.

Di tengah pidatonya, Ramos-Horta sempat mencairkan suasana dengan melontarkan kelakar mengenai Perdana Menteri Xanana Gusmão yang disebutnya lulus dengan predikat summa cum laude dari "Universitas Cipinang". Menurutnya, Megawati dan Xanana merupakan dua tokoh penting yang berperan memperkuat hubungan kedua negara.

Baca juga:

Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci

Megawati: Penghargaan ini adalah amanat untuk masa depan

Usai medali Grande Colar disematkan langsung oleh Presiden Ramos-Horta, Megawati menyampaikan pidato sambutan yang diawali dengan sapaan, "Bondia, Timor-Leste!"

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanat untuk terus menjaga hubungan kedua negara.

Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus,

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda Indonesia dan Timor-Leste agar terus merawat hubungan persahabatan yang dibangun atas dasar kesetaraan.

Singgung Kupa Lopez hingga perjuangan Bung Karno dan Xanana

Dalam pidatonya, Megawati turut memanggil Kupa Lopez, anak muda asal Timor-Leste yang pernah meminta izin kepadanya untuk terjun ke dunia politik dan kini berkarier sebagai diplomat, termasuk pernah menjabat Duta Besar Timor-Leste untuk Kamboja.

Megawati juga membandingkan perjuangan Xanana Gusmão—yang akrab disapa Maun Xanana—dengan ayahnya, Bung Karno.

Menurut Megawati, keduanya memiliki kesamaan dalam pengorbanan demi bangsa. Bung Karno, katanya, menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara dan menjalani masa pembuangan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:

Terima Dubes Jerman, Megawati Ingatkan Antisipasi Krisis Global

Canda soal cabai Timor-Leste mencairkan suasana

Nuansa hangat mewarnai akhir pidato Megawati ketika ia mengenang pengalaman pertamanya berkunjung ke Dili.

Sambil tersenyum, ia mengaku tidak pernah melupakan pedasnya cabai rawit khas Timor-Leste yang pernah disantapnya saat sarapan nasi goreng di sebuah hotel kecil di Dili.

Megawati bahkan berseloroh rasa cabai tersebut "lebih meledak dari bom".

"Tadi saya sudah berbisik-bisik kepada Pak Ramos-Horta dan Maun Xanana, sekarang saya sudah menyuruh staf saya pergi ke pasar Dili untuk membeli oleh-oleh, khusus membawa pulang cabai Timor-Leste itu," canda Megawati yang disambut tawa para hadirin.

Rangkaian penganugerahan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung dalam lima sesi.

Foto tersebut melibatkan keluarga besar Megawati, pimpinan parlemen Timor-Leste, jajaran militer dan kepolisian, serta para sekretaris jenderal partai politik setempat, yakni CNRT, Fretilin, PD, PLP, dan KHUNTO. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #Timor Leste #Jose Ramos-Horta #Xanana Gusmao
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Presiden Prabowo menanggapi kritik kabinet gemuk membandingkan dengan Timor Leste yang luasnya lebih kecil dari Bogor punya 28 menteri
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan