Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Begini Cara Bayi Deteksi Ikatan Sosial

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 09 November 2022
Begini Cara Bayi Deteksi Ikatan Sosial

Bayi dapat mengenali orang lain dan menunjukkan preferensi pada orang yang mengasuh sejak usia dini. (Pexels/Meruyert Gonullu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYI belajar mengenal suatu objek dengan menatapnya lama. Mengenai kognisi bayi terhadap objek, telah banyak dipelajari. Namun, sampai saat ini, baru sedikit penelitian yang dilakukan pada kognisi sosial bayi. Kognisi sosial merupakan kapasitas kita untuk memikirkan pikiran, perasaan, dan hubungan dengan orang lain.

Bayi dapat mengenali orang lain dan menunjukkan preferensi pada orang yang mengasuh sejak usia dini. Tetapi apakah bayi tahu tentang preferensi sosial itu sendiri?

Pertanyaan ini baru-baru ini diuji oleh psikolog tumbuh kembang dalam serangkaian eksperimen. Salah satunya dalam studi baru berjudul Infants Infer Potential Social Partners by Observing the Interactions of Their Parent with Unknown Others.

Dikatakan dalam studi tersebut bahwa bayi menyimpulkan pasangan sosial potensial dengan mengamati interaksi orangtua mereka dengan orang lain yang tidak dikenal. Studi tersebut meminta orangtua bermain dengan boneka sementara bayi mereka yang berusia delapan hingga sepuluh bulan menonton.

Baca Juga:

Ragam Hajatan Tradisi Orang Bali Menyambut Bayi

bayi
Bayi secara signifikan lebih cenderung melihat boneka yang meniru orangtua mereka. (Pexels/Xhemile Husha)

Percobaan dengan boneka


Rangkaian percobaan pertama memiliki dua kondisi dasar. Pertama, imitasi atau non-imitasi. Bayi menonton video orangtua dan boneka membuat berbagai gerakan atau suara yang meniru atau tidak meniru satu sama lain, dengan gagasan bahwa imitasi adalah bentuk ikatan sosial.

Kedua, dengan orangtua atau orang asing. Bayi menonton video orangtua mereka sendiri yang berinteraksi dengan boneka itu atau orangtua anak lain, orang asing.

Peneliti kemudian menguji apakah bayi mengembangkan preferensi untuk boneka dalam kondisi yang berbeda. Seperti yang diharapkan, bayi kemungkinan besar akan memilih boneka yang meniru orangtua mereka.

Ketika boneka itu meniru orang asing atau diperlihatkan bersama orangtua mereka tetapi tidak meniru mereka, bayi tidak memiliki preferensi yang kuat untuk satu boneka di atas yang lain.

Selanjutnya, para peneliti mengulangi paradigma menampilkan video bayi, tetapi dengan ukuran hasil yang baru. Setelah menonton boneka meniru atau tidak meniru orangtua atau orang asing, bayi melihat video semua boneka membuka mulut saat sebuah nama dipanggil: baik nama bayi atau nama lain.

Sekali lagi, seperti yang diharapkan, bayi secara signifikan lebih cenderung melihat boneka yang meniru orangtua mereka ketika nama mereka dipanggil, menunjukkan bahwa mereka belajar bahwa seseorang yang dekat dengan orangtua lebih mungkin untuk mengetahui nama mereka dan memanggil mereka. Ketika nama acak dipanggil, bayi tidak menaruh perhatian boneka mana yang berbicara.

Terakhir, setelah menonton video panggilan suara, bayi menonton video orangtua mereka menangis dalam kesusahan saat dikelilingi oleh boneka. Sekali lagi, seperti yang diharapkan, bayi secara signifikan lebih cenderung melihat ke boneka yang memanggil nama mereka ketika orangtua mereka dalam kesulitan.

Ini menandakan bahwa bayi benar-benar mengerti bahwa boneka memiliki ikatan sosial dengan orangtua mereka dan akan lebih mungkin untuk membantu mereka dalam kesulitan.

Baca Juga:

Mengenal Golden Hour Pada Bayi Baru Lahir

bayi
Ada sesuatu yang istimewa tentang berbagi air liur yang dikenali bayi sebagai penanda kunci kedekatan sosial. (freepik/jcomp)

Saliva berbagi sinyal kedekatan


Apakah temuan ini benar-benar menggeneralisasi untuk menyatakan bahwa bayi dapat menyimpulkan ikatan sosial yang sebenarnya, atau adakah sesuatu yang unik tentang peniruan?

Pertanyaan ini diuji pada bayi berusia 12 bulan dalam penelitian lain yang diterbitkan tahun ini, berjudul Early Concepts of Intimacy: Young Humans Use Saliva Sharing to Infer Close Relationships yang artinya konsep awal keintiman, bayi memaknai berbagi air liur untuk menyimpulkan hubungan dekat.

Ya, berbagi air liur. Ini tidak berarti bahwa bayi menjilati orang atau mencicipi ludah mereka untuk mengetahui seberapa dekat mereka. Tetapi itu berarti bahwa bayi terus-menerus mencari isyarat yang dikirim oleh orang lain.

Dalam penelitian ini, bayi diperlihatkan video orang-orang yang berinteraksi dengan boneka dalam salah satu dari empat kondisi: mengoper bola ke depan dan ke belakang, berbagi makanan, menepuk kepala mereka lalu kepala boneka, atau memasukkan jari ke mulut mereka, lalu ke mulut boneka, lalu kembali ke mulut mereka sendiri.

Bayi-bayi kemudian menyaksikan orang dalam video itu menangis dalam kesusahan saat dikelilingi oleh boneka. Bayi secara signifikan lebih cenderung melihat ke arah pembagi makanan atau orang yang menyentuh mulut daripada pelempar bola atau menepuk kepala.

Hasil ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang istimewa tentang berbagi air liur yang dikenali bayi sebagai penanda kunci kedekatan sosial.

Ini masuk akal. Kita umumnya hanya nyaman berciuman atau berbagi makanan dengan pasangan intim, anggota keluarga dekat, dan teman dekat. Kita mengenali ini menggunakan kognisi sosial, dan begitu juga bayi. Bayi dapat mendeteksi ikatan sosial sejak usia delapan belas bulan dengan cara yang sama seperti kita. (aru)

Baca Juga:

Manfaat Chickpea untuk Kesehatan Bayi

#Parenting #Sains #Bayi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Indonesia
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Polresta Surakarta amankan pasangan penumpang KRL yang membuang bayi hasil hubungan gelap di toilet KA Sancaka. Pelaku dijerat pasal KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Indonesia
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Indonesia
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Satreskrim Polresta Surakarta turun tangan mendalami kasus temuan bayi tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di dalam kereta api dan stasiun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Bagikan