Beberapa Mitos Tentang Penyakit Jantung

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 07 November 2019
Beberapa Mitos Tentang Penyakit Jantung

Ada banyak mitos tentang penyakit jantung (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYAKIT jantung adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh banyak orang. Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2015 lebih dari 17 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung. Oleh karena itu sangat bijak kalau kamu menjaga kesehatan agar organ penting ini tetap bekerja dengan baik.

Sayangnya, dilansir dari Boldsky, ada banyak mitos yang beredar tentang penyakit jantung. Mitos-mitos ini akhirnya membuat banyak orang salah dalam menerapkan pola hidup sehat untuk melindungi kesehatan jantung. Apa sih mitos-mitos mengenai penyakit jantung.

Baca juga:

Sederet Manfaat Kesehatan dari Minyak Esensial Kopi

Ada mitos kalau perempuan tak punya risiko penyakit jantung (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)
Ada mitos kalau perempuan tak punya risiko penyakit jantung (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)

Mitos: Perempuan muda tidak memiliki risiko penyakit jantung.

Fakta: Menurut American Heart Association, penyakit jantung mempengaruhi perempuan dari semua kelompok umur dan terutama perempuan muda yang menggunakan pil KB dan merokok. Peningkatan risikonya cukup besar yakni 20%. Selain itu, jika kamu menjalani gaya hidup yang tidak aktif, itu dapat menyebabkan penumpukan plak dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di kemudian hari.

Mitos kalau penyakit jantung lebih banyak menyerang pria (Foto: Pixabay/geralt)
Mitos kalau penyakit jantung lebih banyak menyerang pria (Foto: Pixabay/geralt)

Mitos: Penyakit jantung lebih sering diderita pria daripada perempuan.

Fakta: Menurut American Heart Association, perempuan lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada pria. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada perempuan di atas 65 tahun. National Institute on Aging mengatakan bahwa orang yang berusia di atas 65 dan lebih tua berada pada peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung.

Baca juga:

Bukan Sekadar Bumbu Masak, Bawang Putih Juga Punya Manfaat Kesehatan

Mitos kalau diabetes tak akan mempengaruhi penyakit jantung (Foto: Pixabay/stevepb
Mitos kalau diabetes tak akan mempengaruhi penyakit jantung (Foto: Pixabay/stevepb

Mitos: Diabetes tidak akan menyebabkan penyakit jantung jika kamu sedang menjalani pengobatan diabetes

Fakta: Memiliki obat diabetes mengurangi kadar gula darah dan mencegah komplikasi seperti kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan lain-lain. Namun, penurunan kadar gula darah kurang berpengaruh pada radang di pembuluh darah besar, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Merokok benar-benar bisa menyehatkan jantung (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)
Merokok benar-benar bisa menyehatkan jantung (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)

Mitos: Jika kamu berhenti merokok itu tidak akan menurunkan risiko penyakit jantung.

Fakta: Saat kamu berhenti merokok, tubuh kamu mulai berfungsi dengan baik. Menurut Harvard Health, hanya 1 tahun setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung akan turun hingga 50 persen.

Vitamin dan suplemen bis amengurangi risiko serangan jantung adalah mitos (Foto: Pixabay/Bru-nO)
Vitamin dan suplemen bis amengurangi risiko serangan jantung adalah mitos (Foto: Pixabay/Bru-nO)

Mitos: Penyakit jantung bisa dikurangi dengan asupan vitamin dan suplemen.

Fakta: Tidak jelas apakah mengonsumsi vitamin dan suplemen mengurangi risiko penyakit jantung. Tetapi diketahui fakta bahwa penyakit jantung hanya dapat dicegah jika kamu beralih ke gaya hidup sehat seperti tidak merokok, diet sehat, dan tetap aktif secara fisik.

Baca juga:

Tidur Mendengkur? Waspada Risiko Kesehatan yang Mengintaimu

#Penyakit #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Indonesia
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Bagikan