WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya

Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan partikel dari hewan pengerat, terutama tikus. (Foto: Pexels/Vincent M.A. Janssen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), melaporkan adanya kasus hantavirus yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Samudra Atlantik.

Dalam laporan tersebut, WHO mencatat satu kasus terkonfirmasi dan lima kasus dugaan. Salah satu pasien, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun, saat ini menjalani perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan. Seperti dilansir BBC, pejabat setempat menyatakan bahwa pasien tersebut telah terinfeksi virus hantavirus.

Kasus ini menjadi sorotan setelah tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia. Operator kapal MV Hondius, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi bahwa korban meninggal terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda serta seorang warga negara Jerman.

Masih menurut laporan BBC, infeksi hantavirus juga telah dikonfirmasi pada perempuan asal Belanda yang meninggal dunia. Sementara itu, penyebab kematian penumpang lainnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga:

3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus

Cara Penularan Hantavirus

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa virus hanta merupakan penyakit zoonosis yang umumnya ditularkan melalui paparan partikel dari hewan pengerat, terutama tikus.

“Hanta virus pulmonary syndrom ini adalah penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus. Cara penularan utamanya itu inhalasi aerosol, jadi terhirup dari debu urin yang mengering, feses tikus ataupun air liur tikus yang sakit itu,” kata Dicky dilansir Antara, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus. Namun, tidak semua jenis virus hantavirus dapat menular antar manusia.

Dalam kasus tertentu, seperti strain virus Andes, penularan terbatas antar manusia bisa terjadi melalui kontak dekat.

Baca juga:

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia

Gejala hingga Risiko Kematian

Dicky memaparkan bahwa infeksi hantavirus memiliki fase awal berupa gejala umum seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, kondisi dapat berkembang cepat menjadi serius.

Pada fase kritis, penderita dapat mengalami kerusakan pembuluh darah di paru-paru yang memicu kebocoran cairan hingga menyebabkan edema dan gagal napas akut.

“Biasanya kematian bisa sampai 40 persen dengan mekanisme utama adanya vascular leakage syndrome, sehingga paru terisi cairan dan ini terjadi hipoksia berat,” kata Dicky.

Ia menambahkan, kondisi pasien dapat memburuk hanya dalam hitungan hari, sehingga deteksi dini menjadi faktor krusial untuk meningkatkan peluang keselamatan.

Baca juga:

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah

Belum Ada Obat Spesifik

Hingga saat ini, belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menangani hantavirus. Penanganan yang dilakukan bersifat suportif, seperti pemberian oksigen melalui ventilator serta pengelolaan cairan tubuh secara ketat.

Meski demikian, Dicky menegaskan bahwa potensi hantavirus menjadi pandemi global sangat kecil karena pola penularannya yang tidak dominan antar manusia.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, terutama di lingkungan dengan risiko tinggi seperti kapal laut atau ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas.

Langkah pencegahan seperti menghindari paparan kotoran tikus serta menjaga sanitasi lingkungan menjadi kunci untuk menekan risiko penularan virus ini. (*)

#Hantavirus #WHO #Penyakit
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Bagikan