MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mendesak manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memperketat pengawasan setelah insiden bayi yang nyaris tertukar. Ia menegaskan keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Insiden ini menimpa seorang ibu bernama Nina Saleha. Saat bayinya dijadwalkan pulang dari ruang NICU, Nina mendapati buah hatinya sudah berada di tangan orang lain. Ia sempat meninggalkan ruangan sebentar untuk mengurus administrasi. Untungnya, kesalahan tersebut segera disadari sebelum bayi dibawa keluar dari lingkungan rumah sakit.
“Ini menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan yang seharusnya tidak boleh terjadi. Manajemen RSHS harus segera melakukan audit menyeluruh untuk mengevaluasi sistem agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Arzeti di Jakarta, Rabu (15/4).
Baca juga:
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Arzeti menekankan prosedur penyerahan bayi wajib melalui verifikasi ketat dan berlapis. Verifikasi tidak boleh hanya berdasarkan kepercayaan, tapi harus mencocokkan dokumen resmi orangtua dengan gelang identitas bayi secara prosedural dan terdokumentasi. “Penyerahan bayi harus melalui pemeriksaan lengkap. Identitas orangtua wajib diverifikasi dengan kartu pengenal resmi dan dicocokkan dengan data bayi. Ini prinsip dasar yang tidak boleh ditawar,” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Lebih lanjut, Arzeti meminta pihak rumah sakit melakukan investigasi mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV untuk membedah kronologi kejadian secara transparan. Ia mengingatkan agar RS juga mengevaluasi kemungkinan adanya pihak luar yang sengaja memanfaatkan kelengahan petugas di lapangan.
“Jangan sampai ada celah sekecil apa pun. Seorang ibu harus menerima bayinya sendiri. Kasus ini harus menjadi alarm keras bagi Kementerian Kesehatan untuk memperketat standard operational procedure (SOP) keamanan pasien di seluruh rumah sakit di Indonesia,” pungkasnya.(Pon)
Baca juga:
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan

