Parenting

Bayi Bisa Cepat Bicara dengan Cara Ini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 01 Mei 2021
Bayi Bisa Cepat Bicara dengan Cara Ini

Mudah mengajari anak bicara. (Sumber: Freepik/pch.vector)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYI memang belum dapat bicara. Mereka juga belum paham apa yang dibicarakan oleh orang dewasa padanya. Namun, sering mengajak bayi berbicara dapat merangsang perkembangan kognitifnya.

Bayi yang sering diajak bicara cenderung memiliki kemampuan bicara lebih cepat dibanding mereka yang jarang diajak bicara. Lalu bagaimana sih cara bicara pada bayi yang tepat?

Baca juga:

Busui, Ini Cara Jitu untuk Atasi ASI Seret

1. Bicara dengan cara yang benar

Bicara dengan pelan. (Sumber: Freepik/pch.vector)

Cobalah untuk bicara dengan lebih lambat, jelas dan sederhana. "Ketika bayi mulai mencoba memahami bahasa kita yang membingungkan, cara bicara yang cepat hanya akan memperlambat usahanta," ujar Konselor Laktasi, Anisya Cahya.

2. Pusatkan pada kata-Kata tunggal

Pusatkan kata-kata tunggal. (Sumber: Freepik/pch.vector)

Ketika sedang melakukan sesuatu, cobalah untuk beri komentas pada hal yang sedang kita kerjakan. Lalu, berilah tekanan pada kata-kata tunggal. Misalnya, saat mengganti popok, alih-alih mengatakan 'Sekarang kita ganti popok ya' katakan, 'popok. Ini popok' sembari menunjukkan popok kepadanya. Hal itu membantu memperkaya kosa kata si kecil.

3. Pengucapan sederhana

Ucapkan sederhana. (Sumber: Freepik/yanalya)

"Pengucapan masih merupakan hal yang membingungkan bagi bayi. Jadi bertahanlah dengan ucapan sederhana seperti 'Ini buku ibu'," tutur Anisya. Terus lanjutkan pengucapan yang sederhana.

4. Tirukan

Tirukan omongannya. (Sumber: Freepik/pch.vector)

Seiring bertambahnya usia, perkembangan bayi semakin pesat. Ia pun semakin aktif termasuk aktif bicara. Meskipun pelafalannya masih belum jelas, menirukan ucapan bayi terasa menyenangkan. Misalnya saat ia mengatakan, 'gugugaga' balas dengan hal yang sama, 'gugugaga'.

Baca juga:

Lewat Edukasi, Dukung Ibu Menyusui si Buah Hati

5. Bernyanyi

Nyanyi agar tidak bosan. (Sumber: Freepik/wayhomestudio)

Kita mungkin merasa bosan jika harus terus menerus mengulangi lagu anak. Namun menyanyikan lagu anak-anak setiap hari adalah hal yang disukai bayi. "Bayi menyukai pengulangan dan ia akan belajar dari hal itu," jelas Anisya. Lakukan dengan teratur.

6. Bacakan buku

Bacakan buku. (Sumber: freepik/proostoleh)

Selain bernyanyi, cara efektif lainnya yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kemampuan bicara si kecil adalah dengan membacakan buku. "Tunjukkan gambar benda-benda tungggal, hewan, atau orang. Mulai bertanya, 'di mana ya kucingnya?' Pada akhirnya, bayi akan mengejutkan kita dengan menempatkan telunjuknya pada gambar," tuturnya.

7. Tunggu responnya

Tunggu responnya. (Sumber: Freepik/shurkin_son)

Walaupun ia masih belum bisa bicara, ia sudah bisa merespon informasi. Ada banyak respon yang bisa diberikan si kecil. Misalnya merespon dengan jeritan saat senang diajak jalan-jalan. Atau merengek saat haus. (avia)

Baca juga:

Diet di Masa Menyusui, Cukupkan Nutrisi dengan Makanan Tepat

#Parenting #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan