Bawaslu Soroti Potensi Persoalan Gangguan Sipol Terulang di Pemilu 2024
Ilustrasi - Sejumlah pelajar menyaksikan alat peraga Pemilu pada peresmian Graha Pintar Pemilu di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (31/8). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
MerahPutih.com - Mengakses Sistem Informasi Politik (Sipol) jadi syarat utama untuk mendaftar di Pemilu 2024. Sudah lebih dari 40-an partai politik (parpol) mendaftar situs tersebut.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty tidak ingin persoalan Sipol pada Pemilu 2019 kembali terulang dalam tahapan Pemilu Serentak 2024.
Saat itu, Sipol tidak bisa membaca adanya kegandaan data, bahkan server Sipol sempat down sehingga tidak bisa diakses.
Baca Juga:
KPU Izinkan Kampanye Pemilu di Lingkungan Kampus
“Jangan sampai terulang lagi (kekurangan pemilu lalu), supaya tidak menghambat jalannya proses verifikasi dan penetapan calon peserta Pemilu 2024,” ucapnya, Rabu (20/7).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas ini menuturkan, pengawas pemilu sedang menunggu KPU yang akan memberikan akses Sipol kepada Bawaslu.
Saat ini, sedang dalam proses dan komunikasi terus berlanjut.
“Soal akses Sipol kami menunggu realisasi janji dari KPU. Karena sudah diberikan akses untuk membaca dalam konteks pencermatan dokumen yang diposting calon peserta pemilu,” ungkapnya.
Anggota KPU Idham Holik menilai. Sipol bukan hanya kebutuhan bagi KPU, tetapi sudah menjadi program strategis nasional.
Sebab, internetisasi tahapan tidak bisa dihindari, maka KPU harus mengikuti perkembangan tersebut.
“Kami sudah diskusi dengan pimpinan partai, mereka antusias dengan Sipol karena merasakan banyak manfaat,” terangnya.
Baca Juga:
Strategi Bawaslu Cegah Potensi Terjadinya Sengketa Proses Pemilu 2024
Menurut Idham, nantinya Sipol akan terintegrasi dengan website Infopemilu. Atas hal tersebut, masyarakat bisa ikut memantau proses pendaftaran calon peserta pemilu.
Baginya, ini merupakan langkah KPU untuk terus terbuka kepada publik.
KPU membuka ruang seluasnya kepada publik untuk ikut berpartisipasi. Nantinya masyarakat bisa melihat namanya terdaftar dalam aplikasi dalam Sipol atau tidak.
"Kami mohon dukungan dari berbagai pihak dalam penggunaan Sipol,” tuturnya.
Pegiat Demokrasi dan Advokat Abhan menuturkan, persoalan yang dihadapi oleh Bawaslu dalam menghadapi Sipol, yaitu tidak ada anggota yang khusus ditugaskan untuk mengawal.
Tugas tersebut diemban oleh panitia pengawas kecamatan (panwascam) dan pengawas desa.
“Ini berbeda dengan KPU yang punya tenaga khusus untuk tangani Sipol. Sehingga kinerja KPPS tidak tangani Sipol,” ungkapnya. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Surya Paloh Telah Berpidato Usung Anies di Pemilu 2024
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
MK Tolak Gugatan Rakyat Bisa Pecat DPR, Pilihannya Jangan Dipilih Lagi di Pemilu
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter