Kesehatan

Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 14 Oktober 2019
Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos

Beberapa pernyataan yang ternyata mitos tentang rabun jauh. (Foto: The Straits Times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MATA minus atau miopia merupakan salah satu masalah mata yang dialami mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak jarang dari mereka pada akhirnya menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan agar lebih jelas. Tapi, ingatkah ketika masih kecil orangtuamu sering menasehati untuk melindungi mata kita? Seperti banyak makan wortel agar mata tetap sehat, jangan baca buku di ruangan yang minim cahaya, dan lain sebagainya.

Umumnya ketika kita masih kecil akan mudah percaya apa yang dikatakan orangtua. Terdapat banyak pernyataan yang berhubungan dengan kesehatan mata. Dilansir dari berbagai sumber, berikut mitos dan fakta seputar rabun jauh.

Baca juga:

5 Makanan Ini Dapat Menjaga dan Mempertajam Pengelihatan Kamu

1. Mengonsumsi wortel membuat mata sehat

Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos
Kelebihan vitamin A pun tidak bagus untuk kesehatan mata. (Foto: Pixabay/Couleur)

Makanan tentu sangat berpengaruh bagi penglihatan mata. Namun mengonsumsi wortel sepanjanga hari bukan berarti membuat penglihatan semakin bagus.

Faktanya, wortel mengandung karoten dan vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Sumber karoten tidak hanya wortel, buah lain seperti manga dan pepaya juga bisa dikonsumsi. Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin A juga bisa ditemukan di keju, kuning telur, dan hati.

Perlu diingat, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan penglihatan yang buruk. Namun, kelebihan vitamin A pun tidak berpengaruh pada peningkatan penglihatan. Mengonsumsi wortel hannya akan menjaga kualitas penglihatan tidak menurun.

2. Membaca di ruangan yang minim cahaya

Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos
Kondisi ruangan yang minim cahaya membuat mata akan terasa sakit. (Foto: Total Focus)

Tempat dengan kondisi minim cahaya akan menyulitkan mata dalam menentukan fokus ketika membaca. Hal ini menyebabkan otot-otot mata harus bekerja lebih keras dan berujung pada mata lelah, kering, dan nyeri kepala yang sifatnya hanya sementara.

Analogi yang bisa diambil yakni jika kamu mengambil gambar dalam cahaya yang redup, maka bukan berarti kameramu yang rusak. Semakin terang cahaya yang masuk ke retina, maka akan semakin fokus pula kita membaca.

Baca juga:

Mata Minus Menghalangi Aktivitasmu? Atasi dengan Cara-Cara Ini

3. Melihat pemandangan hijau akan menyembuhkan rabun jauh

Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos
Melihat pemandangan hijau membantu menyejukkan mata. (Foto: Pixabay/Pexels)

Pernahkah kamu duduk di depan layar komputer atau membaca buku yang tebal dalam jangka waktu yang lama? Apakah badan terasa pegal-pegal? Demikian halnya dengan mata. Otot-otot mata pun juga butuh relaksasi dari aktivitas yang kita lakukan.

Faktanya, melihat pemandangan hijau atau laut adalah kegiatan bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sebagai relaksasi mata yang terasa lelah. Dilansir dari laman Asia One, Dr Jovina See, Direktur klinis Shinagawa Eye Center mengatakan bahwa memandangi pepohonan hijau tidak membantu mengurangi atau mengobati miopia.

Tetapi membuat kita untuk mengambil jeda untuk melihat dari kejauhan dan dapat membantu mencegah perkembangan miopia.

4. Menonton TV dari jarak yang terlalu dekat

Banyak Orang Terlanjur Percaya, 4 Hal Seputar Rabun Jauh Ini Ternyata Mitos
Melihat layar dari jarak dekat hanya membuat mata lelah. (Foto: HonestDocs)

Ketika sedang menonton TV atau atau melihat layar komputer dengan jarak yang terlalu dekat akan menyebabkan mata lelah dan nyeri kepala namun tidak akan merusak penglihatan.

Mereka yang cenderung menderita rabun jauh dan memakai kacamata justru harus melihat sesuatu dari jarak dekat. Jika sering melihat dari jarak dekat, sebaiknya istirahatkan mata terlebih dahulu dengan melihat kejauhan. (And)

Baca juga:

Kenali Tanda Kerusakan Sklera, Si Putih Pelindung Bola Mata

#Kesehatan #Kesehatan Mata #Mitos #Fakta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan