Merahputih.com - Pemerintah hari ini mengumumkan adanya penambahan 979 pasien positif virus corona, sehingga total menjadi 35.295 orang. Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, mengaku prihatin karena bany balita yang menjadi pasien positif corona.
"Keprihatinan kita bisa dapatkan dari anak-anak balita yang terinfeksi," ungkap Yuri di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (11/6).
Baca Juga:
Ilmuwan Inggris Temukan Terobosan dalam Upaya Temukan Vaksin Virus Corona
Dia mengatakan balita biasanya tertular oleh orang dewasa yang mobilitas di luar rumah masih tinggi.
"Disebabkan tertular oleh orang dewasa yang mobilitas tinggi di luar rumah. Oleh karena itu, mari kita bukan hanya berpikir aman untuk kepentingan sendiri, aman tak tertular. Tapi pastikan kita juga aman untuk lingkungan kita, keluarga kita, agar tak menjadi sumber penularan," tegasnya.
Yuri menjelaskan, sebagian besar kasus positif adalah kasus tanpa gejala atau gejala minimal. "Dengan persepsi yang bersangkutan tidak mengalami sakit apapun," kata Yurianto.
Menurut Yuri jumlah OTG yang tidak sedikit harus dibarengi dengan edukasi yang benar seputar virus corona. Jika tidak, bisa menjadi sumber penularan kepada orang lain.
Dia pun mengingatkan orang-orang tanpa gejala yang telah dinyatakan positif corona haru melakukan isolasi mandiri yang ketat demi mencegah penularan.
Baca Juga:
Ia menegaskan saat ini vaksin COVID-19 belum ditemukan. Sehingga upaya yang paling tepat saat ini adalah melakukan pencegahan agar tak tertular corona, yakni dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Kita yakin kita mampu, dibutuhkan komitmen, disiplin terus menerus. Kita tidak mungkin berharap orang lain, hanya orang lain yang melindungi kita tanpa usaha sungguh-sungguh, kita harus melindungi diri sendiri," ucapnya. (Knu)