Sidang Tahunan IMF-WB

Bantah Asumsi Sebagian Pakar Ekonomi, Kubu Jokowi Klaim Pertemuan IMF-World Bank Untung Besar

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 12 Oktober 2018
Bantah Asumsi Sebagian Pakar Ekonomi, Kubu Jokowi Klaim Pertemuan IMF-World Bank Untung Besar

Direktur Penggalangan Pemilih Milenial dan Anak Muda Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri) (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, 8-14 Oktober 2019 diklaim banyak meraup keuntungan dari berbagai segi, baik ekonomi maupun pariwisata.

Direktur Penggalangan Pemilih Milenial dan Anak Muda Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Bahlil Lahadalia mengkalkulasi keuntungan tersebut mencapai Rp3 Triliun.

"Saya ingin meluruskan dulu beberapa pikiran yang sebelumnya oleh beberapa pakar ekonomi. Yang pertama bahwa ada kesan bahwa pertemuan di Bali itu hanya sekedar menghambur-hamburkan keuangan negara," kata Bahlil di Posko Cemara, Jumat (12/10).

Dijelaskannya, keuntungan ekonomi itu berasal dari sekitar 35 ribu tamu yang datang dan mereka bukan pengusaha ecek-ecek. Jika diasumsikan mereka menghabiskan 600 sampai 700 dolar perorang. Maka dalam 9 hari terkumpul USD 6300 perhari. Kalau 35 ribu orang dikali dengan kurs Rp15 ribu hasilnya hampir 3 triliun uang yang masuk di Bali.

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri di Nusa Dua Bali
Presiden Jokowi berbincang dengan para menterinya di Nusa Dua, Bali (Foto: Twitter @jokowi)

"Datanya dari mana? dari teman-teman saya di Bali, Jadi ini kita luruskan dulu. Jadi jangan cara pemehamannya itu seperti orang membuat ekonomi di atas kertas. Kalau kita ini praktisi," kata petinggi HIPMI itu.

Belum lagi keuntungan dari segi lainnya, semacam membangun trust bagi investor negara luar untuk berusaha di Indonesia.

"189 negara bos. Tidak mungkin sebuah investasi akan muncul di sebuah negara kalau tidak ada trust. Artinya pertemuan IMF dengan seluruh pengusaha yang ada adalah instrumen masuk bagi negara untuk meyakinkan bagi negara lain," terangnya.

Lebih lanjut, kata dia, pemerintah mendapat keuntungan di bidang promosi pariwisata.

Presiden Jokowi bersama Sekjen PBB Antonio Gueterrez
Presiden Jokowi bersama Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: Twitter @jokowi)

"Bayangkan perputaran ekonomi luar biasa. Hotel penuh, transportasi penuh, UMKM hidup," tambah Bahlil yang juga Ketua Umum HIPMI tersebut.

Bahlil mengatakan, sejumlah lokasi pariwita favorit tanah air menjadi destinasi tamu undangan pasca pertemuan yang rencananya berakhir pada 14 Oktober mendatang.

"Kemudian teman-teman saya NTT, fasilitas mereka untuk pasca kegiatan di sana itu penuh juga. Wisata Labuhan Bajo udah penuh, bukan itu saja Raja Empat di papua. Saya cek teman-teman di sana. Udah bang, udah banyak yang ke sana. Coba cek penerbangan dari Bali ke sorong itu udah pasti penuh. Belum lagi di Jakarta," ungkap dia.

Artinya, multiplan efek dari kegitan yang ada di Bali itu sangat luar biasa.

"Makanya jika ada yang mengatakan rugi penting untuk kita ingin tahu pikirannya dari mana ruginya," pungkas Bahlil Lahadalia.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Fakta Sidang Johannes Kotjo Pintu Masuk KPK Jerat Dirut PLN dalam Suap PLTU Riau-1

#Presiden Jokowi #IMF #Bank Dunia #Pariwisata Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Menteri Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF-Bank Dunia
Pemberian utang itu ia tolak didasari kondisi stabilitas fiskal nasional yang dinilai masih sangat terjaga di tengah dinamika global di Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Menteri Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF-Bank Dunia
Dunia
IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa
Bahkan, efeknya sudah mulai terasa terutama di Asia yang bergantung pada impor energi dari Teluk Persia.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa
Dunia
Konflik di Timur Tengah Membuat Semua Negara Rasakan Dampak Ekonomi
Pada saat yang sama, gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang, serta krisis bahan bakar dan pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Konflik di Timur Tengah Membuat Semua Negara Rasakan Dampak Ekonomi
Indonesia
Perang di Iran Sebabkan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat, Indonesia Punya Ketahanan
Ketahanan itu ditopang oleh keberadaan cadangan strategis, kapasitas kilang domestik, serta penerimaan ekspor komoditas yang berfungsi sebagai penyeimbang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Perang di Iran Sebabkan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat, Indonesia Punya Ketahanan
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
Bank Dunia Sebut Upah Riil Buruh di Indonesia Cenderung Turun
Bank Dunia Sebut Upah Riil Buruh di Indonesia Cenderung Turun
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 Desember 2025
 Bank Dunia Sebut Upah Riil Buruh di Indonesia Cenderung Turun
Indonesia
Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa
Peningkatan jumlah wisman ini, terutama melalui long stay akan berdampak signifikan pada devisa.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 November 2025
Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Pengesahan UU Pariwisata Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Target Ekonomi 8 Persen
Novita menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam ekosistem pariwisata
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Oktober 2025
Pengesahan UU Pariwisata Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Target Ekonomi 8 Persen
Bagikan