Bank DKI Dibobol hingga Puluhan Miliar, Anies Diminta Bertindak
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Kasus pembobolan Bank DKI oleh oknum satuan polisi pamong praja (satpol PP) mendapat respons dari berbagai kalangan masyarakat. Hal itu merupakan indikasi bahwa ada permasalahan di sistem birokrasi.
Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Bintang Wahyu Saputra mengatakan, ada kejanggalan di kasus pembobolan Bank DKI tersebut.
Baca Juga:
"Uang diambil tapi saldo tidak berkurang, ini kan aneh. Dugaan saya ini pasti ada orang dalam yang bermain, mengatur ini secara sistematis," kata Bintang kepada merahputih.com di Jakarta, Jumat (22/11).
Bintang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mengganti seluruh pejabat Bank DKI.
"Karena mereka dinilai gagal dalam mengelola sistem perbankan dengan baik," jelas Bintang.
Hal ini penting untuk menyelamatkan perusahaan perbankan milik daerah tersebut.
"Jika tidak masyarakat akan tidak percaya dengan Pemprov DKI Jakarta khususnya dalam mengurus usaha perbankan," tegas dia.
Bintang menilai perlu ada pelibatan PPATK dan OJK. Mereka nantinya bisa melakukan pemeriksaan forensik terhadap seluruh pejabat Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta serta Bank Swasta yang menjadi tempat pengambilan uang oleh belasan oknum Satpol PP DKI Jakarta.
"Sehingga diketahui berapa jumlah total kerugian serta memastikan apakah hal ini hanya terjadi pada Bank DKI atau ada bank lainnya. Karena kami menduga kuat terjadi kejahatan secara sistematis yang dilakukan sehingga pembobolan ini bisa terjadi bertahun-tahun," terangnya
Polisi sendiri mengatakan, pembobolan mesin ATM Bank DKI diduga dilakukan beberapa kali. Pembobolan terjadi sejak April hingga Oktober 2019.
Baca Juga:
Genjot Perekonomian UMKM di Jakarta, Bank DKI Salurkan Kredit Rp1,4 Triliun
Pembobolan berawal saat salah satu anggota Satpol PP DKI Jakarta mengambil sejumlah uang dari rekening bank swasta melalui ATM Bank DKI. Tapi, saldo yang terpotong pada rekening hanya Rp4.000. Kemudian, anggota Satpol PP DKI tersebut menginformasikan kejanggalan sistem pada mesin ATM Bank DKI itu pada teman-temannya.
Kerugian kasus ini diduga mencapai Rp50 miliar. Total kerugian itu didapat berdasar hasil audit yang dilakukan. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dengn alasan masih menyelidiki dugaan kesalahan sistem dari pihak bank.
Pihak Bank DKI sendiri sudah dipanggil guna dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan sistem yang menyebabkan pembobolan mesin ATM.
Saat ini, sejumlah 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta yang diduga melakukan pembobolan terhadap ATM Bersama telah dibebastugaskan. (Knu)
Baca Juga:
Kembalikan Kepercayaan Nasabah, DPRD Usul Pembentukan Pansus Bank DKI
Bagikan
Berita Terkait
Jelang Pembongkaran Monorel, Satpol PP Tertibkan PKL di HR Rasuna Said
Enggak Mau Ada Korban 'Ketiban' Besi Karatan, Satpol PP DKI Babat Habis 16 Reklame Maut Pengancam Nyawa Warga Jakarta
Satpol PP DKI Tertibkan 16 Konstruksi Reklame Berkarat yang Bahayakan Keselamatan Warga
2.061 Satpol PP Siap Pasang Badan Bareng TNI-Polri Jaga Natal di Jakarta Demi Rasa Aman Warga
Gubernur Pramono Beri Tenggat 3 Hari untuk Satpol PP Tertibkan Atribut Parpol
Gubernur Pramono Gerah Lihat Bendera Parpol Lama Terpasang di Jakarta, Perintahkan Satpol PP Lakukan Penertiban
Viral Bakso Remaja Gading Solo Non-Halal, Begini Respons Pemilik Warung
3 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Ditutup Satpol PP, Ada Kandungan E Coli
Satpol PP DKI Tindak Pengunjung yang Berbuat tak Pantas di Wisata Malam Ragunan
Penegakan Hukum Kawasan Tanpa Rokok Jakarta Dipegang Satpol PP