MerahPutih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meminta Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta untuk lebih sigap dalam menerima dan menindaklanjuti aduan masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat fasilitas yang dimiliki Satpol PP sudah cukup memadai.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat meninjau pembangunan Markas Komando (Mako) Satpol PP DKI di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
"Mako ini diperlukan. Lahannya sudah ada dan akan menjadi prioritas. Kita ingin semua pemantauan terpusat, termasuk Command Center. Apalagi Jakarta sedang menuju kota global," ujarnya.
Menurut Rano, pembangunan Mako Satpol PP sebelumnya sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah. Namun, kebutuhan akan pusat komando terintegrasi kini dinilai semakin mendesak seiring transformasi Jakarta.
"Sebetulnya sudah dianggarkan, lahannya juga sudah ada. Tapi terpaksa ditunda karena efisiensi. Sekarang kita kaji lagi. Kalau ingin menjadi kota global, Satpol PP harus punya pusat komando sendiri karena personel, armada, dan pemantauan CCTV cukup besar," katanya.
Baca juga:
Selain itu, Rano juga menyoroti pentingnya penguatan fasilitas bagi dinas lain yang memiliki armada besar dan fungsi pelayanan krusial. Salah satunya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang dinilai membutuhkan depo armada yang memadai.
"Dinas yang punya armada besar seperti LH juga perlu depo. Kita tidak punya tempat yang cukup untuk menampung truk dan peralatan. Satpol PP juga sama, armadanya banyak," ujarnya.
Baca juga:
Kawasan Glodok Dikeluhkan Karena Parkir dan PKL, Rano Karno: Itulah Uniknya Jakarta
Lebih lanjut, Rano menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendorong kolaborasi antarinstansi untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat.
Ia mencontohkan integrasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sebagai model efisiensi pergerakan armada di lapangan.
"Kita bisa kolaborasi, misalnya BPBD dengan Damkar. Jadi armada selalu siap dan bisa bergerak cepat saat dibutuhkan," pungkasnya. (Asp)