MERAHPUTIH.COM - SEBANYAK 35 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta meninggal dunia akibat kelelahan. Angka tersebut tercatat selama satu tahun kepemimpinan Kepala Satpol PP DKI Satriadi Gunawan.
"Saya hampir setahun menjabat. Anggota kami yang meninggal dunia sudah sekitar 35 orang. Tahun sebelumnya (2024) bahkan mencapai 42 orang," kata Satriadi kepada wartawan, Kamis (23/4).
Satriadi mengungkapkan tingginya beban kerja yang tidak sebanding dengan jumlah personel disebut berdampak langsung pada kondisi fisik hingga keselamatan anggota di lapangan. "Jadi ini bukan persoalan siapa pemimpinnya, melainkan memang kondisi beban kerja yang luar biasa," ucapnya.
Ia menjelaskan keterbatasan personel menjadi persoalan mendasar. Di tingkat kelurahan, jumlah anggota Satpol PP rata-rata hanya berkisar 7 hingga 10 orang, sedangkan tuntutan pengamanan dan penertiban berlangsung selama 24 jam.
Baca juga:
Rano Karno Dorong Satpol PP Respons Cepat Aduan Warga, Siapkan Mako Terpadu
Akibatnya, anggota di lapangan kerap harus bekerja melampaui batas waktu normal. "Ada anggota kami yang sampai bekerja 36 jam. Ini karena beban kerja tidak sebanding dengan jumlah personel yang ada," urainya.
Ia menambahkan kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas pelayanan dan kinerja penegakan ketertiban umum di wilayah. Dengan jumlah personel terbatas, kehadiran Satpol PP DKI di lapangan kerap dinilai belum optimal oleh masyarakat.
Menurut dia, situasi ini membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal penambahan personel dan penguatan manajemen kerja. Tanpa intervensi kebijakan, beban kerja yang tinggi berpotensi terus berulang dan berdampak pada kesehatan serta keselamatan anggota.
"Ini harus menjadi perhatian bersama. Kalau tidak ada penguatan SDM, beban ini akan terus terjadi," tutup dia.(Asp)
Baca juga:
Gubernur Pramono Perintahkan Satpol PP Tindak Tegas Kendaraan yang Lawan Arah