Satpam HI yang Sempat Cekcok dengan Mobil Alphard sudah kembali Bekerja

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Satpam HI yang Sempat Cekcok dengan Mobil Alphard sudah kembali Bekerja

Pelat nomor Toyota Alphard viral di Bundaran HI palsu. Foto: Instagram/infojkt

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PETUGAS keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, tak dipecat dan sudah bekerja seperti biasa.

Vicol Harefa, sang satpam, memastikan hari ini ia telah kembali bekerja di area tempat kerjanya di kawasan Bundaran HI.

"Selamat pagi. Saya masih beraktivitas dan bekerja seperti biasanya di area kerja, yang berada di Bundaran HI," ucap Vicol melalui unggahan di akun Threads pribadinya, @vicolharefa yang dilihat Jumat (24/7).

Ia juga meminta masyarakat, khususnya rekan-rekannya, agar tidak mempercayai informasi yang menyebut ia telah dipecat akibat insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

"Saya menginformasikan ke teman-teman lainnya, jangan percaya kepada orang-orang yang menyampaikan bahwa saya sudah dipecat. Saya masih bekerja, masih semangat," tuturnya.

Baca juga:

Pelat Nomor Alphard Viral di Bundaran HI Ternyata Palsu, Pengemudi Bakal Dipanggil



Sebelumnya, Vicol Harefa melakukan video klarifikasi menceritakan kronologi versi dirinya terkait dengan insiden yang sempat viral tersebut. Peristiwa itu bermula saat ia sedang berjaga di lampu lalu lintas pelican crossing Halte Bundaran HI Astra yang memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyeberang.

Namun, sebuah Toyota Alphard tetap melaju meski lampu lalu lintas masih menyala merah. Atas kejadian itu, Vicol mengaku spontan menepuk kaca mobil karena kesal melihat kendaraan tersebut menerobos lampu merah dan berpotensi membahayakan pejalan kaki.

"Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya, 'Woy, merah lampunya!' Saya cuma bilang seperti itu," ujar Vicol dalam vidio klarifikasi yang beredar di sosial media, Kamis (23/7).

Vicol mengungkapkan mobil tersebut kemudian berjalan perlahan sehingga ia kembali menghampiri untuk mengingatkan pengemudi. Namun, situasi justru memanas ketika beberapa orang yang berada di dalam kendaraan turun.

"Terus mobilnya pelan-pelan ke depan karena saya lihat dia pelan-pelan, saya samperin, 'Woy Pak, lampu merah!'. Dua orang sebelah kiri mereka keluar dan bertiga dan supirnya juga keluar," kata Vicol.

Setelah sopir keluar dari mobil, Vicol mengaku didorong ketiga orang yang keluar dari mobil tersebut. Untuk meminimalisasi kemacetan di jalan itu, Vicol akhirnya mengajak mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut di pos polisi (pospol) Thamrin yang berada di dekat lokasi.

Namun, dalam perjalanan menuju Pos Polisi Thamrin, Vicol mengklaim dirinya masih mendapat perlakuan tidak menyenangkan. "Saya membawa mereka ke situ, dan sambil dorong-dorong saya di jalan, 'Mana Pospolnya? Ayo ke Pospol!', ucap dia.

Vicol menegaskan, saat sampai di pospol mereka bertiga sempat bersikap arogan dengan mengakui bahwa mereka adalah aparat dengan turut menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Tiga orang di depan saya ini arogan, bilang ini semua, bilang itu. 'Saya juga aparat! Emang kamu doang yang aparat?'. Sampai dia ngambil KTA-nya nunjukin ke saya, 'Saya juga aparat!'," ucapnya.

Saat kedatangan Kepala Pospol, Vicol menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Namun, ia mengaku mendapat teguran karena tindakannya memukul kaca mobil dinilai tidak tepat. "Setelah kepala pospolnya datang, kami duduk di dalam. Dan setelah saya sudah memberitahu kronologinya, kepala pospolnya menyampaikan ke saya, 'kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil'," kata Vicol.

Vicol menjelaskan, setelah Kepala Pospol menegur tindakannya itu, mereka bertiga menanyakan vendor tempat dia bekerja dengan ancaman akan dipecat. "Nah, setelah kepala pospolnya bilang tersebut, orang tersebut, yang tiga orang, menanyakan vendor saya dan akan ke vendor saya segera untuk saya dikeluarkan atau dipecat," ujar dia.

Di situasi terdesak itu, Vicol mengakui tak ada jalan keluar dan langsung meminta maaf kepada mereka bertiga. Tak cukup disitu, Vicol bahkan sempat sujud di depan mereka.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud minta maaf, 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya lagi untuk di masa depannya'," ungkapnya.

Namun, menurut Vicol, persoalan belum benar-benar selesai saat itu. Setelah mereka keluar pinto pospol dan telah berjabat tangan dua kali, kerah bajunya lantas ditarik sopir Alphard sambil diberi peringatan agar tidak bertindak seperti preman.

"Setelah itu, mereka mau keluar di pintu pospol. Padahal, saya sudah salaman dua kali ke mereka. Kerah baju saya ini diangkat sama supirnya, diginiin di atas sambil ngomong di hadapan saya, 'Woy, jangan kayak preman di sini! Kamu kerja yang bener aja! Tatap muka saya!'," ujarnya.

"Terus saya bilang, 'Siap, siap Pak, saya salah Pak' Setelah itu mereka pergi," imbuhnya.

Vicol kembali menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya yang memukul kaca mobil.(Asp)

Baca juga:

Gubernur Pramono Minta Satpam Penjaga Penyeberangan di HI tak Dipecat, Sopir Alphard Harus Disanksi

#Bundaran HI #Satpam #DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Seram, Dekorasi Halloween Hiasi Pedestrian Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta
Sejumlah dekorasi bertema Halloween menghiasi kawasan pedestrian di depan Hotel Le Méridien, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Seram, Dekorasi Halloween Hiasi Pedestrian Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Pramono mengungkapkan laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Pemprov DKI mengidentifikasi aset milik daerah yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lahan makam di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Indonesiaku
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Nama tugu ini sebenarnya ialah Tugu Pahlawan
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Indonesia
Polisi Usut Cara Aktivis Greenpeace Panjat Patung Selamat Datang Bundaran HI, CCTV Bakal Dipelototi
Enam aktivis Greenpeace nekat memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran HI untuk memprotes krisis iklim. Polisi kini menyelidiki akses dan menelusuri CCTV.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Oktober 2026
Polisi Usut Cara Aktivis Greenpeace Panjat Patung Selamat Datang Bundaran HI, CCTV Bakal Dipelototi
Indonesia
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons spanduk raksasa Greenpeace Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Bagikan