MERAHPUTIH.COM - DINAS Pendidikan (Disdik) menjamin mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terkendala pemutakhiran data desil tetap bisa berkuliah di kampusnya. Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, ada 147 mahasiswa penerima KJMU yang mengeluhkan pemutakhiran desil.
Berdasarkan hasil pendampingan sejak semester sebelumnya, sebanyak 73 mahasiswa kini telah masuk kelompok desil 1 hingga 5 sehingga dapat kembali mendaftar KJMU.
"Jadi besok kalau pendaftaran KJMU dibuka, yang 73 ini sudah bisa terdaftar di KJMU," ujar Nahdiana di Jakarta, Rabu (9/9).
Sementara itu, 74 mahasiswa lainnya masih dalam proses penjaminan. Disdik DKI, sambung Nahdiana, telah bersurat kepada 28 perguruan tinggi agar mahasiswa tersebut tidak dikeluarkan selama proses penjaminan berlangsung.
Baca juga:
Badan Pusat Statistik Sebut Warga Desil 1 dan 2 Tidak Otomatis Dapat Bantuan
Menurutnya, sejumlah kampus telah menyatakan kesediaannya mempertahankan mahasiswa tersebut. Salah satunya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang memiliki 16 mahasiswa dalam pendampingan. "Ini juga kampus dan sudah kami konfirmasi bersedia semuanya," katanya.
Disdik juga menindaklanjuti sejumlah kasus khusus, termasuk mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang pindah kampus serta satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mengundurkan diri karena merasa tidak masuk kelompok desil penerima bantuan.
Bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Disdik tengah mencarikan alternatif beasiswa bagi mahasiswa tersebut agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan. Nahdiana menegaskan pihaknya tidak pernah menghapus mahasiswa penerima KJMU hanya karena persoalan data desil. Ia meminta mahasiswa yang dikeluarkan kampus akibat persoalan KJMU segera dilaporkan kepada Disdik.
"Kalau ada nama mahasiswa yang di-DO gara-gara KJMU, tolong diberikan ke kami karena kami tidak pernah men-delete mahasiswa KJMU persoalan polemik desil ini," tegasnya.
Selain menangani persoalan desil, Disdik juga berencana memperluas cakupan KJMU bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta dengan akreditasi B dan C. Disdik juga menyiapkan skema beasiswa S-2 berbasis prestasi dengan lulusan yang telah memperoleh letter of acceptance (LoA) dari perguruan
Skema beasiswa S-2 dalam negeri masih dalam tahap persiapan. Sementara itu, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.
"Nanti kami mohon didampingi supaya ini benar-benar tepat sasaran," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki