Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026
Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun

Suasana kegiatan Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and Small and Medium Enterprise Expo (JITEX) 2025. (foto: dok Pemprov DKI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama sektor swasta kembali menggelar Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026.

JITEX 2026 akan berlangsung pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Mengusung tema “Ignite the Economy”, JITEX 2026 juga diarahkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai lokomotif perekonomian nasional.

Beragam agenda disiapkan dalam JITEX 2026, mulai dari pameran produk, business matching, forum bisnis dan investasi, hingga penandatanganan kerja sama antara pemasok, pembeli, dan investor.

Baca juga:

Pemprov DKI Jakarta Ubah 3 Nama Stasiun LRT, biar Lebih Familier

Ajang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembeli tersebut menargetkan potensi transaksi serta investasi hingga Rp16 triliun.

Targetnya kita kira-kira Rp16 triliun tahun ini. Itu dari investasi yang kita harapkan bisa kita potensi,

kata Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) sekaligus Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah.

Buka Akses Produk Lokal ke Ritel Modern

Menurut Budi, JITEX juga menjadi pintu bagi produk lokal, termasuk produk binaan Jakpreneur, untuk memperluas pasar dan masuk ke jaringan ritel modern maupun pasar business to business (B2B).

"ATTEC dan HIPPINDO memiliki jaringan dengan berbagai asosiasi pemasok yang menaungi pelaku UMKM. Kami harapkan jaringan ini bisa menjadi jalur bagi produk lokal Jakarta masuk ke ritel modern, restoran, hingga sektor makanan dan minuman," tuturnya.

Tak hanya perdagangan, JITEX 2026 juga menjadi wadah untuk menjajaki peluang investasi asing. Sejumlah forum investasi sebelumnya telah digelar di Guangzhou dan Shenzhen, China.

Baca juga:

JITEX 2025 Bukukan Transaksi Rp 14,3 Triliun, Jakarta Tampilkan Daya Saing Ekonomi Global

Hasil penjajakan tersebut kemudian dibawa ke JITEX 2026 untuk mempertemukan calon investor dengan pelaku usaha di Indonesia.

Harapannya mereka tertarik untuk membuka perusahaan dan berusaha di Indonesia. Kita juga harapkan mereka dapat membeli barang-barang lokal dan membawa investasi,

ujar Budi.

Ia menilai posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan perdagangan membuat aktivitas ekonomi di ibu kota berpotensi memberikan efek positif bagi daerah lain.

"Jakarta ini sangat sentral. Ignite the Economy ini memang nanti dari Jakarta bisa menyalakan ekonominya," katanya.

JITEX Digelar Tanpa APBD

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan JITEX 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Tahun ini, untuk pertama kalinya kegiatan tersebut digelar oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.

Menurut Yustinus, pola tersebut menunjukkan bahwa pengembangan aktivitas ekonomi tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Ia menilai dampak kolaborasi antara pemerintah dan swasta juga perlu diukur, termasuk melalui sinergi organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), dan sektor swasta.

Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,

jelas Yustinus.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II menunjukkan kuatnya peran ibu kota sebagai kota jasa dan perdagangan.

Baca juga:

Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains

Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional tercatat mencapai 16,32 persen. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen.

"Ini semakin menegaskan peran Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan," tandasnya.

Dorong Layanan Investasi yang Lebih Pasti

Yustinus berharap JITEX ke depan dapat berkembang menjadi forum multipihak yang tidak hanya mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha di Jakarta.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perizinan dan pelayanan pemerintah. Pemprov DKI Jakarta akan mendorong pengukuran kualitas layanan melalui Service Level Agreement (SLA), termasuk memastikan kepastian waktu penyelesaian proses perizinan.

"Kita coba bikin best practice layanan prima, berapa hari, berapa jam yang bisa kita berikan kepada calon investor atau pelaku usaha sehingga mereka betul-betul merasakan kemudahan," ucapnya.

Dengan target transaksi dan investasi hingga Rp16 triliun, JITEX 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran dan pertemuan bisnis, tetapi juga mampu membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, dan pengembangan UMKM di Jakarta. (Asp)

#DKI Jakarta #APBD DKI #JITEX 2026
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - 1 jam, 36 menit lalu
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Indonesia
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Diduga ada dua orang pelaku pemukulan yakni yang memukul menggunakan helm dan melakukan pemukulan kepada petugas di lampu merah CSW.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Bagikan