Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains

BNPB gelar modifikasi cuaca di Jabodetabek. Foto: Dok. BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Smart Cakrawala Aviation menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC). Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu langkah mitigasi terhadap dampak musim kemarau sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara Jakarta.

OMC dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer secara real time dan rekomendasi BMKG. Langkah ini ditempuh ketika lima wilayah kota administrasi Jakarta berstatus siaga peringatan dini kekeringan meteorologis, yang ditandai hari tanpa hujan (HTH) sedikitnya 31 hari berturut-turut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, sebelum 20 Agustus 2026, kualitas udara Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat selama 26 hari terakhir.

"Kami melakukan ikhtiar bersama untuk menjaga Jakarta dari potensi ancaman musim kemarau. Modifikasi cuaca ini dilakukan di lokasi yang telah kami pantau, termasuk titik-titik dengan angka polutan relatif tinggi," ujar Marulitua Sijabat, di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/8).

Baca juga:

Ademkan Jakarta, BPBD Bakal Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca



Posko OMC di Bandara Pondok Cabe telah diaktivasi sejak 21 Agustus. Hingga 26 Agustus, sebanyak 24 sorti penerbangan telah dilakukan dengan total durasi sekitar 21 jam menggunakan dua pesawat Cessna Caravan 208B milik Smart Cakrawala Aviation. Pesawat tersebut melakukan penyemaian pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Penyemaian pada kondisi tertentu juga diarahkan ke titik-titik prioritas yang teridentifikasi memiliki kualitas udara kurang baik atau kadar PM2.5 tinggi.

Pada 27 Agustus, OMC menghasilkan hujan di sejumlah lokasi di Jakarta. Evaluasi sementara juga menunjukkan penurunan polutan di sejumlah wilayah pada kisaran 23–50 persen, dengan penurunan tertinggi sementara mencapai 57 persen. "OMC berhasil mengoptimalkan potensi hujan di beberapa lokasi. Kami juga melihat adanya penurunan angka polutan, tapi hasilnya tetap kami evaluasi karena kondisi atmosfer sangat dinamis," kata Maruli.

Ia menegaskan hasil tersebut tidak menjadikan OMC sebagai satu-satunya instrumen penanganan kualitas udara. "Penurunan PM2.5 yang terlihat dalam evaluasi sementara tentu kami cermati, tetapi OMC bukan solusi tunggal. Persoalan kualitas udara harus ditangani secara menyeluruh dan konsisten dari sumber pencemarnya," tegas Maruli.

Pemprov DKI tetap menjalankan pengendalian kualitas udara melalui berbagai langkah, mulai dari pemantauan kualitas udara, pengawasan emisi kendaraan bermotor, pengendalian emisi industri dan kegiatan usaha, penguatan transportasi publik, hingga edukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah dan menggunakan air secara bijak. "OMC kami tempatkan sebagai salah satu instrumen mitigasi yang berbasis data dan kondisi atmosfer. Operasi hanya dilakukan ketika secara teknis memungkinkan dan memang dapat memberikan manfaat berdasarkan rekomendasi BMKG," ungkap Maruli.

Dari sisi teknis, BMKG menyesuaikan metode dan bahan semai dengan kondisi atmosfer. Pada musim kemarau, salah satu metode yang digunakan adalah water mist dengan campuran air dan surfaktan SLS (sodium lauryl sulfate) untuk membantu mengikat polutan di udara.

Pada modifikasi cuaca kali ini, metode yang digunakan berbeda dengan saat musim penghujan. "Pada musim kemarau, kami menggunakan surfaktan yang dicampur dengan air untuk membantu mengikat polutan dan menurunkan angka polutan di wilayah DKI Jakarta," ujar Sutrisno, tim supervisi OMC dari BMKG.

Apabila pemantauan menunjukkan pertumbuhan awan yang memenuhi kriteria, tim dapat menggunakan CaCl2 atau kalsium klorida untuk membantu proses kondensasi dan mengoptimalkan potensi hujan yang telah terbentuk secara alami.

"Ketika hasil pemantauan menunjukkan adanya pertumbuhan awan yang memenuhi kriteria, bahan semai CaCl2 dapat digunakan untuk membantu proses kondensasi awan. Metode ini dilakukan secara bersama dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang ada," jelasnya.(Asp)


Baca juga:

Ademkan Jakarta, BPBD Bakal Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

#Operasi Modifikasi Cuaca #DKI Jakarta #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - 1 jam, 47 menit lalu
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Cari info prediksi banjir rob Jakarta Utara terbaru? Cek peringatan dini BMKG untuk periode 12-16 Oktober 2026, daftar wilayah terdampak, dan antisipasinya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Indonesia
Cek Prakiraan Cuaca BMKG 16 Hingga 19 Oktober 2026, 3 Provinsi Siaga Bencana
Cek update prakiraan cuaca BMKG 16-19 Oktober 2026. Mayoritas Indonesia cerah terik, tapi waspada peringatan dini hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Cek Prakiraan Cuaca BMKG 16 Hingga 19 Oktober 2026, 3 Provinsi Siaga Bencana
Indonesia
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
BNPB tetap memprioritaskan pemadaman api di sumber kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Indonesia
Peringatan Dini Cuaca Indonesia 15 Oktober 2026, Cek Wilayahmu Sekarang
Jangan sampai kehujanan di jalan! Cek peringatan dini cuaca Indonesia hari ini 15 Oktober 2026. Siaga hujan lebat dan angin kencang di berbagai wilayah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Oktober 2026
Peringatan Dini Cuaca Indonesia 15 Oktober 2026, Cek Wilayahmu Sekarang
Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 13 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir Mengintai Kota-Kota dari Jakarta Hingga Papua
Jangan sampai salah kostum! Cek prakiraan cuaca BMKG hari ini, Selasa, untuk wilayah Jakarta, Jawa, Sumatera, hingga Papua. Waspada potensi hujan petir dan awan tebal!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 13 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir Mengintai Kota-Kota dari Jakarta Hingga Papua
Bagikan