MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana meminta Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya transparan perihal insiden penerobosan lampu merah oleh pengendara mobil Alphard yang diduga berujung intimidasi terhadap seorang satpam, Kamis (23/7) lalu.
"Polda Metro Jaya harus jujur kepada warga Jakarta. Siapa pemilik mobil Alphard yang dengan arogannya kemarin menerobos lampu merah dan membahayakan para pejalan kaki. Terlebih, setelah ditegur satpam, alih-alih menyadari kesalahannya dan meminta maaf, ia malah melakukan intimidasi kepadanya. Warga Jakarta menuntut kejujuran dan keadilan," tegasnya, Jumat (24/7).
Justin juga menyorot dugaan pemakaian pelat nomor palsu oleh kendaraan Alphard yang berada di tengah-tengah insiden ini. “Kami juga meminta agar dugaan pemakaian pelat nomor palsu itu diselidiki. Bilamana terbukti palsu, pihak pengendara, siapa pun itu, harus disanksi sebagaimana mestinya,” sambungnya.
Baca juga:
Pelat Nomor Alphard Viral di Bundaran HI Ternyata Palsu, Pengemudi Bakal Dipanggil
Mengenai hal ini, Justin menuntut agar Polda Metro Jaya menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Nomor (No) 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Dengan begitu, beralasan meminta aparat kepolisian dalam jalannya proses investigasi membuka tabir identitas para pelaku dan kejelasan mengenai pelat nomor yang diduga palsunya," jelasnya.
Terlebih dalam Pasal 10 ayat 1, diatur bahwa badan publik, dalam hal ini kepolisian juga wajib mengumumkan informasi-informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak serta ketertiban umum. Tindakan pengemudi serta penumpang Alphard kemarin diduga kuat telah mengancam ketertiban umum.
"Jangan sampai tebang pilih. Kalau dulu-dulu pihak kepolisian melancarkan operasi-operasi penindakan untuk memburu dan menyanksi para pengguna pelat nomor palsu, dan mengumumkannya secara terbuka, pelanggaran-pelanggaran lainnya yang menggunakan pelat nomor palsu seperti Alphard ini juga perlu ditindak," tegasnya.
Tidak berhenti di dugaan penggunaan pelat palsu saja, Justin juga mendesak agar pihak kepolisian mendalami dugaan intimidasi yang dialami satpam berinisial FH dari pengendara dan penumpang mobil di pos polisi Bundaran HI disaksikan oleh para petugas kepolisian di lapangan.
"Dugaan yang tidak kalah seriusnya yakni dugaan pembiaran oleh petugas kepolisian di lapangan ketika sang satpam menjadi korban intimidasi sopir dan penumpang Alphard yang bermasalah. Intimidasi tersebut bahkan diduga tidak hanya berbentuk verbal, tetapi juga melibatkan kontak fisik. Ini semua diduga terjadi, ketika ada personil kepolisian yang hadir," keluhnya.(Asp)
Baca juga:
Satpam HI yang Sempat Cekcok dengan Mobil Alphard sudah kembali Bekerja

