Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal

Puskesmas Bidara Cina memberikan obat-obatan dan layanan kesehatan kepada pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Di tengah kepungan air berwarna cokelat yang merendam permukiman di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (29/1), sebanyak 284 jiwa terpaksa meninggalkan kehangatan rumah menuju pengungsian darurat demi menyelamatkan diri dari luapan Kali Ciliwung. Luapan air mencapai puncaknya sampai setinggi 170 sentimeter pada Jumat (30/1) pagi.

Kini, para pengungsi tidak hanya berjuang melawan dingin, tetapi juga serangan penyakit seperti batuk, pilek, hingga gatal-gatal yang mulai menjangkiti warga di lima titik lokasi pengungsian utama.

Baca juga:

Banjir Jawa, DPR Nilai Modifikasi Cuaca hanya Solusi Jangka Pendek

Kondisi kesehatan para korban banjir mulai menurun seiring dengan paparan air kotor dan cuaca yang tidak menentu. Di kantor Kelurahan Bidara Cina hingga GOR Otista, suara batuk warga mulai terdengar bersahutan. Keluhan ini menjadi perhatian serius otoritas setempat mengingat banyaknya kelompok rentan di lokasi tersebut.

"Sampai saat ini tercatat 18 orang yang tidak sehat, rata-rata mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal-gatal," ungkap Lurah Bidara Cina, Suhartono, Jumat (30/1).

Guna memitigasi risiko penyakit yang lebih berat, tim medis dari Puskesmas setempat telah disiagakan sejak pagi hari.

"Dari Puskesmas Bidara Cina ada tiga petugas yang sejak pagi memberikan layanan kesehatan," tambahnya.

Petugas memberikan pemeriksaan rutin, suplai obat-obatan, serta edukasi kebersihan lingkungan meskipun fasilitas sanitasi masih terbatas.

Baca juga:

Jumat Siang Ini 50 RTdi Ibu Kota Masih Kebanjiran, 2 Jalan Tergenang

Berdasarkan data BPBD Jakarta Timur, banjir kali ini tergolong cukup ekstrem dengan kenaikan debit air yang sangat fluktuatif. Dari ketinggian yang hanya 10 sentimeter pada Rabu sore, air merangkak naik secara agresif hingga menembus angka 130 sentimeter pada Jumat dini hari dan terus melonjak ke angka 170 sentimeter menjelang waktu subuh.

"Wilayah yang terdampak cukup signifikan ada di RW 11 dan RW 7, sedangkan RW 5 dan RW 6 terdampak namun tidak terlalu parah," jelas Suhartono.

Hingga saat ini, dukungan logistik berupa pangan mulai didistribusikan secara berkala oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk menjamin kebutuhan gizi para pengungsi tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

#Banjir #Banjir Jakarta #Penyebab Banjir Jakarta #Bencana Alam #Bencana Hidrometeorologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Indonesia
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan dan menegaskan pemerintah harus siap sebelum bencana terjadi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana, Ratas Disiarkan Langsung
Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, berlangsung Senin (7/9) siang. Dan rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana, Ratas Disiarkan Langsung
Indonesia
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Berikut lima negara dengan skor risiko bencana tertinggi berdasarkan World Risk Index (WRI) 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Lifestyle
Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya
Menyiapkan tas siaga bencana menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Dunia
Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
 Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Bagikan