5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis

Ilustrasi wilayah Nepal yang diterjang banjir bandang. ANTARA/Anadolu/py.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Banjir bandang melanda perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus setelah sebuah gletser pada ketinggian 5.200 meter pecah dari Gunung Langtang Lirung di Nepal. Pecahan gletser itu mengakibatkan longsor es dan bebatuan yang mengalir membawa puing-puing dan menyapu lembah-lembah di perbatasan.

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal dan China bertambah menjadi 1.280 per Kamis (3/9), sementara lebih dari 5.620 orang masih hilang dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang memasuki pekan kedua.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal menyatakan 1.259 tewas, sementara 5.083 orang masih hilang. Jumlah korban hilang tersebut mencakup 583 orang asing. Lebih dari 21.400 personel keamanan telah dikerahkan.

Sejumlah keluarga korban hilang akibat banjir di Nepal itu menggelar upacara pemakaman simbolis untuk kerabat tercinta mereka.

Baca juga:

Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal

Sementara itu, di negara tetangga, China, dilaporkan 21 tewas dan 541 orang masih hilang, termasuk 261 warga asing, menurut pihak berwenang setempat.

Di Rasuwa, salah satu daerah terdampak paling parah, sejumlah keluarga membuat patung pemakaman dari kaas-kush atau rumput suci dan melakukan ritual untuk membebaskan jiwa kerabat mereka yang hilang.

Dilansir Kathmandu Post, hal itu dilakukan karena para keluarga telah kehilangan harapan untuk menemukan jenazah kerabat mereka yang hilang karena banjir bandang.

Pada Rabu (2/9), puluhan patung tersebut dikremasi dalam upacara pemakaman massal di Kuil Pashupati Aryaghat, yang terletak di tepi Sungai Bagmati, Kathmandu.

Sedangkan di Chitwan, daerah lain yang juga terdampak paling parah, otoritas setempat membakar jasad-jasad yang tak dikenali setelah mengumpulkan sampel DNA mereka. Hal itu dilakukan karena besarnya jumlah korban yang membuat proses identifikasi dan penyimpanan jasad menjadi amat sulit.

Tak sedikit korban banjir di sejumlah distrik yang tidak memiliki tempat layak untuk melangsungkan ritual pemakaman karena banjir bandang menghanyutkan kerabat dan rumah mereka.

Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.

Personel militer, kepolisian, dan lainnya melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan terdampak banjir. Namun, mereka menghadapi kesulitan karena masih terputusnya jalan, pasokan listrik, dan jaringan komunikasi.

#Banjir Bandang #Banjir #Nepal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Dunia
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Nepal sedang menyusun RUU baru yang melarang pendaki tanpa pengalaman ketinggian ekstrem 7.000 meter untuk mendaki Gunung Everest. Simak syarat lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Bagikan