Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur

Sekda Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief meninjau banjir bandang yang menerjang Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Rabu (21/1) malam. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com -Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang mulai terjadi sejak Rabu (21/1) malam.

Banjir ini akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah hulu dan hilir, sehingga menyebabkan beberapa sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Sejumlah wilayah terdampak banjir antara lain Dusun Sumberbanger di Desa Opo-opo dan Dusun Krajan II di Desa Jatiurip yang berada di Kecamatan Krejengan, kemudian Dusun Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan serta Dusun Poreng di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar.

"Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kamis (22/1).

Di Dusun Sumberbanger Desa Opo-opo, dan Dusun Krajan II di Desa Jatiurip yang berada dekat dengan aliran sungai, aktivitas masyarakat sempat lumpuh akibat genangan air dan derasnya arus di beberapa titik.

"Sementara di Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti, ketinggian air bervariasi mulai setinggi betis hingga paha orang dewasa," tuturnya.

Pemerintah daerah mengecek langsung ke lokasi dampak genangan air yang cukup tinggi. Dari hasil pengecekan lapangan, ada beberapa kendala dan titik-titik yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

"Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, saya menegaskan pentingnya menjaga fungsi sungai. Bahu sungai seharusnya memiliki ruang yang memadai dan tidak diperkenankan terdapat bangunan maupun hambatan lain yang dapat menghalangi aliran air, terutama saat musim hujan," katanya.

Selain itu terdapat beberapa titik sungai yang mengalami pendangkalan dan akan segera dilakukan normalisasi.

"Untuk penanganan darurat, sementara ini warga terdampak belum bisa memasak, sehingga kami siapkan bantuan nasi bungkus. Insya Allah, hari ini tim dapur umum akan turun melayani warga," ujarnya.

#Banjir Bandang #Banjir #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Dunia
Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
 Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Dunia
Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, Sekitar 15 Orang Diduga Hilang
Banjir bandang menerjang kawasan Taman Nasional Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, Sekitar 15 Orang Diduga Hilang
Indonesia
3.000 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Banjir Bandang di Nepal, Korban Tewas Ditemukan di Perbatasan India
Jenazah ditemukan hingga mencapai wilayah perbatasan dengan India. Sejumlah besar warga negara asing masih termasuk di antara mereka yang belum diketahui keberadaannya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
3.000 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Banjir Bandang di Nepal, Korban Tewas Ditemukan di Perbatasan India
Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Bagikan