Anies Berikan Penghargaan untuk Diskotek Colosseum, BNN: Bikin Gaduh

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 16 Desember 2019
Anies Berikan Penghargaan untuk Diskotek Colosseum, BNN: Bikin Gaduh

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari. (Susylo Asmalyah/Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari kesal dengan langkah Gubernur DKI Anies Baswedan yang memberi penghargaan untuk diskotek Colosseum.

Menurut Arman, diskotek itu pernah dirazia dan ditemukan narkoba tidak diberikan apresiasi. Jika pemprov DKI Jakarta ingin memberikan penghargaan, sebelumnya harus melakukan rekam jejak terlebih dahulu.

Baca Juga

Diskotek yang Direkomendasikan Ditutup oleh BNN Dapat Penghargaan dari Anies

"Lihat apakah di dalam tempat hiburan itu terindikasi narkotika atau tidak, sehingga tak menimbulkan kontroversi," kata Arman dalam keterangannya kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Senin (16/12)

Arman berujar, pemberian penghargaan untuk diskotek yang berada di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat itu bisa menimbulkan kegaduhan. Jangan seperti sekarang ini, yang menurut Arman Depari malah menimbulkan kegaduhan dengan penghargaan yang diberikan.

Menurutnya Colosseum tidak bisa mendapatkan penghargaan karena sebelumnya pernah dirazia BNN dan ditemukan ada peredaran narkoba disana.

Penghargaan Diskotek
Penghargaan Adikarya Wisata untuk diskotek Colosseum. Foto: Twitter @ayudh69

"Apalagi saat di razia ditemukan adanya penyalahgunaan narkotika, harusnya itu menjadi penilaian juga," katanya.

Baca Juga

Pemprov DKI Resmi Tutup Diskotek Old City

Menurut Arman, kalau penghargaan yang diberikan hanya terkait penilaian dalam kegiatan tertentu, seperti penghargaan kebersihan, ketertiban administratif, atau juga memang terkait dengan kepariwisataan, wajar.

Namun, yang jelas, kalau disitu ada peredaran narkoba, semua yang terkait dengan penyalahgunaan seharusnya tidak diberikan penghargaan.

"Karena sudah jelas, dengan adanya narkoba itu sudah merusak. Ini malah diberikan penghargaan, jadi sifatnya yang kurang begitu mendidik di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pemberian penghargaan dari pemprov DKI kepada Diskotek Colosseum menuai kontroversi. Plakat penghargaan Adikarya Wisata yang ditandatangani Gubernur Anies Baswedan ramai diperbincangkan. Karena tempat hiburan malam yang seharusnya ditutup atas peredaran narkoba, malah seakan-akan mendapat perlindungan dari pemprov.

Tak hanya Colosseum , ada 30 pengusaha bidang jasa pariwisata yang mendapatkan Anugerah Adikarya dari Disparbud. Acara Anugerah Adikarya Wisata 2019 itu diselenggarakan pekan lalu di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Tutup Diskotek Old City, PA 212: Semoga Anies Tetap Istiqomah

31 pengusaha tersebut diberikan penghargaan karena dinilai telah berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata Jakarta baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. (Knu)

# Badan Narkotika Nasional (BNN) #Diskotek #Anies Baswedan #Arman Depari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
BNN menangkap MR alias 'Bos Gendut', buronan kasus kepemilikan 98 kg sabu. MR ditangkap di salon Mangga Besar setelah dibuntuti dari Kampung Bahari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Indonesia
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
BNN menangkap bandar narkoba MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Dari pengembangan TPPU, disita uang Rp 1,277 miliar dan aset Rp 39,950 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
Indonesia
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika transnasional.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Indonesia
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
BNN menangkap dua turis Rusia di Bali terkait penyelundupan hashish seberat 7,8 kilogram dari Thailand. Terungkap melalui operasi controlled delivery bersama Bea Cukai.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
BNN mengusulkan pelarangan vape dalam RUU Narkotika setelah 341 sampel cairan ditemukan mengandung zat berbahaya seperti sabu dan obat bius.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
BNN Usul Vape Dilarang di RUU Narkotika, Temuan 341 Sampel Ungkap Fakta Mengkhawatirkan
Bagikan