Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 09 Maret 2022
Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari

Ilustrasi - Kementerian Kesehatan. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penanganan kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan. Selain penurunan angka kasus positif, juga didorong dengan kesembuhan yang tinggi.

Kementerian Kesehatan kembali mencatatkan kenaikan angka kesembuhan COVID-19 yang tinggi mencapai 55.128 pada Selasa (8/3), dibandingkan dengan 48.800 pada Senin (7/3).

Angka kesembuhan juga diikuti oleh jumlah kasus aktif yang terus turun dari 448.274 menjadi 422.892. Kondisi tersebut berimbas pada angka keterisian rumah sakit juga turun menjadi 27 persen secara nasional hari ini.

Baca Juga:

Sejak Awal Maret, Kasus Aktif dan Angka Kesembuhan COVID-19 Membaik

“Situasi pandemi nasional sangat terkait dengan situasi global. Situasi global turut menentukan apakah fase akut pandemi ini sudah berakhir atau masih berlanjut,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, dikutip Antara.

Di tingkat global, menurut Nadia, tren penurunan kasus konfirmasi baru dan juga kematian terus berlanjut. Demikian juga untuk tingkat nasional, tren penurunan kasus konfirmasi terus berlanjut yaitu turun 38,15 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Catatan Kemenkes pada minggu ini menunjukkan, positivity rate nasional minggu mencapai 13.56 persen dan pada 7 Maret lalu mencatat positivity rate pertama kali di bawah 10 persen dalam 30 hari terakhir, yakni di angka 9,93 persen.

“Meski begitu penularan masih terjadi dan perlu terus kita tekan hingga level di bawah lima persen. Kasus saat ini paling banyak dilaporkan berasal dari pulau Jawa-Bali, akan tetapi proporsinya sudah mulai menunjukkan penurunan," katanya.

Namun, Nadia meminta semua pihak untuk tetap waspada, karena beberapa provinsi terutama di luar Jawa-Bali saat ini masih mengalami peningkatan tren kasus baru dan masih mungkin berlanjut di beberapa hari atau minggu ke depan.

Baca Juga:

Syarat Indonesia Keluar Dari Pandemi COVID-19

Data yang dihimpun Kemenkes 7 Maret kemarin, sudah ada 24 daerah yang menunjukkan penurunan jumlah kasus konfirmasi. Sisanya tinggal 10 daerah lagi yang masih mengalami peningkatan kasus konfirmasi.

“Oleh karena itu, kita memerlukan kerja sama semua elemen masyarakat-masyarakat untuk membantu menjaga protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi hingga lengkap dua dosis serta melanjutkan dengan vaksinasi booster,” ujar Nadia.

Kelompok rentan bergejala berat hingga berisiko kematian akibat terinfeksi COVID-19 yaitu orang-orang dengan komorbid dan juga lansia. "Sesuai rekomendasi global kelompok ini menjadi kelompok prioritas untuk vaksinasi COVID-19," katanya.

Data nasional menunjukkan bahwa lansia dengan COVID-19 memiliki risiko 3.5 kali lipat untuk meninggal dibandingkan dengan yang bukan lansia, dan lebih tinggi lagi pada lansia dengan penyakit penyerta seperti diabetes, darah tinggi, dan gagal ginjal.

Melihat data kumulatif dari 21 Januari-6 Maret 2022, 70 persen dari 8.239 pasien meninggal di rumah sakit belum divaksinasi lengkap, 56 persen di antaranya lansia, dan 51 persen memiliki komorbid.

Sementara itu, efek perlindungan vaksin dibandingkan pasien yang belum divaksin yaitu, tiga dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 86 persen, dua dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 60 persen, satu dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 29 persen.

“Kami berharap untuk wilayah di Indonesia terutama yang masih rendah cakupannya untuk dapat kembali menyusun strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasinya hingga lengkap dua dosis dan ditambah booster,” ujar dr Nadia. (*)

Baca Juga:

Di Surabaya, 79 Persen Warga Terpapar COVID-19 Berusia Produktif

#Kementerian Kesehatan #COVID-19 #Kasus COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Wakil Menteri Kesehatan menantang Pemprov DKI Jakarta mewujudkan kawasan bebas asap rokok di Sudirman-Thamrin dan Kuningan sebagai contoh lingkungan sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Lifestyle
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus. Masyarakat pun diimbau untuk mendeteksi dini.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Indonesia
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Polri segera mengusut tuntas kasus dokter internship (magang), dr. Myta Aprilia Azmy.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Indonesia
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Kemenkes memperkuat pengawasan hantavirus di Indonesia melalui surveilans, edukasi PHBS, hingga pengendalian tikus untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Indonesia
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyoroti adanya potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku olahan pangan, seperti siomay atau cilok
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Lifestyle
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Kasus diabetes di Indonesia meningkat dan kini banyak menyerang usia muda. Gaya hidup jadi faktor utama. Simak penjelasan Kementerian Kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 April 2026
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap temuan orang kaya terima BPJS gratis. Pemerintah akan alihkan bantuan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Bagikan