Headline

Anggota DPR Sebut Metode Cuci Otak Dr Terawan Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 07 April 2018
Anggota DPR Sebut Metode Cuci Otak Dr Terawan Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Dokter Terawan Agus Putranto berbicara dalam seminar di RSPAD Jakarta (Foto: rspad.net)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Metode cuci otak dokter Terawan Agus Putranto Sp.Rad perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian yang komprehensif. Menurut Adang Sudrajat yang juga anggota Komisi IX DPR, metode Digital Substraction Angiography dan obat heparin masih membutuhkan pengembangan.

Adang yang juga berlatar belakang sebagai dokter itu di Jakarta, Jumat (6/4), mengatakan bahwa pertanggungjawaban keabsahan metodologi dr Terawan bisa diuji dengan bukti berdasar uji klinis.

Adang yang merupakan legislator Fraksi PKS itu mengatakan selama hasilnya bisa dipertanggungjawabkan, secara biaya dan manfaat, maka komunitas kesehatan harus bisa menerimanya sebagai suatu metode pengobatan yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Tidak ada satupun metode pengobatan yang sempurna, artinya paling efektif menyembuhkan tapi tanpa risiko sama sekali. Setiap metode diukur dengan potensi manfaat dengan potensi risiko yang mungkin terjadi," kata dia.

Adang Sudrajat
Adang Sudrajat Anggota DPR dari PKS (tengah) (Foto: Twitter AdangSudrajat)

Menurut Adang sebagaimana dilansir Antara, perlu dibuka kembali dialog yang dapat menghasilkan suasana keterbukaan satu sama lain dengan lebih membuka diri pada sesuatu hal baru, yang rujukan panduan tertulisnya belum didapatkan.

"Apabila memang sebuah metode memiliki manfaat yang besar dengan risiko yang jauh lebih kecil, dengan uji klinis trial yang dapat dipertanggungjawabkan, kenapa tidak dapat menerimanya," katanya.

Adang yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat itu, berpendapat pemerintah semestinya memberikan fasilitas pada anak bangsa yang berpotensi membesarkan bangsa.

"Seandainya uji klinis ini memakan biaya tinggi, sudah seharusnya pemerintah mengalokasikan anggaran, agar hasil karya anak bangsa terus berkembang. Bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjadi salah satu negara pelopor dalam pengembangan metode pengobatan baru," kata Adang Sudrajat.

Dia berpendapat metode terapi cuci otak dr Terawan bisa dianggap terlalu jauh dalam konteks radiologi intervensi karena melakukan tindakan terapi yang selama ini tidak ada dalam wewenang profesi radiolog.

Namun, menurut Adang, ada pengecualian untuk tindakan radioterapi dengan sangat perlu dilakukan melalui rujukan dari ahli onkologi, baik penyakit dalam maupun bedah, sedangkan dokter Terawan melakukan tindakan terapi tanpa adanya rujukan dari neurolog ataupun neurosurgeon.(*)

#Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Anggota DPR #PKS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Habibur Rochman Bantah Terlibat Pemblokiran Rekening Aktivis Pati
Habibur Rochman membantah keras meminta kepolisian memblokir rekening koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Habibur Rochman Bantah Terlibat Pemblokiran Rekening Aktivis Pati
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Bagikan