Kesehatan

Mengenal Penyakit-penyakit Langka di Dunia, Ada yang Seperti Tangan Alien

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 28 Oktober 2019
Mengenal Penyakit-penyakit Langka di Dunia, Ada yang Seperti Tangan Alien

Ratusan juta orang menderita penyakit aneh (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RATUSAN juta orang di dunia menderita penyakit langka. Ya, walau terdengar aneh, tapi nyatanya penyakit langka ini memang benar-benar ada dan bisa terjadi terhadap siapapun. Gejalanya juga sangat unik dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Alodokter memberitakan, penyakit langka memang jarang terjadi. Sebuah penelitian menunjukan 8-10 % populasi dunia menderita penyakit langka. Artinya ada sekitar 500 juta manusia yang menderita penyakit langka.

Baca juga:

Olahraga Tetap Lancar Di Lingkungan Berpolusi Udara

Penelitian tersebut juga mengungkapkan setidaknya ada lebih dari 7.000 penyakit langka yang diderita populasi manusia. Yuk ketahui beberapa penyakit langka ini.

1. Progeria

Progeria mulai terjadi pada anak usia satu tahun (Foto: Pexels/Bess Hamiti)

Penyakit langka ini terjadi pada anak-anak. Tubuh anak bisa menua cepat karena penyakit ini. Soalnya penderita penyakit ini mengalami perubahan genetik yang tidak normal. Gejala pada progeria meliputi kerontokan rambut dan hambatan dalam pertumbuhan ketika anak menginjak usia satu tahun.

Selain itu, anak penderita progeria juga memiliki gejala berupa bentuk wajah sempit,rahang kecil, mata menonjol, suara nyaring, dan gangguan pendengaran. Anak juga bisa mengalami tulang rapuh, sendi kaku, dan masalah otot karena progeria.

2. Sindrom Riley Day

Penderita kebal terhadap rasa sakit (Foto: Pexels/Pixabay)

Bukan karena punya kekuatan super. Penderita Sindrom Riley Day kebal terhadap rasa sakit karena memiliki gangguan pada sistem saraf sensorik. Sistem saraf ini berfungsi untuk mengendalikan kemampuan dalam mengecap rasa, merasakan panas dan dingin, hingga merasakan rasa sakit.

Seseorang bisa menderita penyakit ini karena memiliki kelainan genetik. Anehnya, penderita penyakit Sindrom Riley Day banyak ditemukan di negara Eropa Timur atau pada mereka yang memiliki leluhur daerah Eropa Timur.

Baca juga:

Satu dari Tiga Orang dengan Diabetes Melitus Berisiko Buta

Selain mengganggu saraf sensorik, penyakit ini juga mengganggu sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Kedua sistem saraf ini dapat mengendalikan pernapasan, pencernaan, suhu tubuh, tekanan darah, dan produksi air mata. Tidak mengherankan jika pada akhirnya penderita juga memiliki gejala berupa tekanan darah tidak normal, sesak napas, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, sulit berbicara, dan diare.

3. Sindrom tangan alien

Terkadang kaki juga bisa bergerak sendiri karena penyakit ini (Foto: Pexels/Min An)

Penderita sindrom tangan alien tidak bisa mengendalikan tangan mereka. Tangan bergerak sendiri seperti ada yang menggerakan. Bahkan, di kasus tertentu biasanya penderita juga mengalami kondisi ini pada kaki.

Sindrom tangan alien dapat disebabkan oleh beragam hal. Biasanya, seseorang terkena penyakit ini setelah mereka terkena penyakit stroke, kanker, masalah otak, dan juga pasca melakukan operasi pada otak.

Sayangnya belum ada cara untuk mengobati penyakit-penyakit langka di atas. Namun, deteksi dini bisa dilakukan ketika janin masih dalam kandungan melalui tes genetik. (ikh)

Baca juga:

3 Kebiasaan yang Membahayakan Hidupmu, Segera Hentikan!

#Penyakit #Penyakit Langka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Bagikan