Parenting

Anak Mogok Sekolah? Begini Bikin Lancar

P Suryo RP Suryo R - Senin, 25 Juli 2022
Anak Mogok Sekolah? Begini Bikin Lancar

Cari tahu mengapa anak mogok ke sekolah. (Pexels/pragyan bezbaruah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Memang tak mudah bagi orang tua saat dihadapkan dengan situasi anak mogok sekolah. Tak jarang, perilaku anak yang satu ini membuat kesal bahkan memicu amarah.

Sekolah seharusnya bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak, sebab bisa menjadi 'ruang' bagi anak untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Namun, ada kalanya sekolah menjadi tempat yang menakutkan sehingga membuat anak mogok sekolah.

Baca Juga:

Telusuri Bahaya Depresi Pada Anak

sekolah
Anak kesulitan memahami pelajaran menjadi salah satu faktor mogok sekolah. (freepik/jcomp)

Ketahuilah, terdapat berbagai penyebab anak mogok sekolah. Kamu perlu mencermati berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya. Ini adalah beberapa alasan yang paling umum, yaitu:

- Anak tidak nyaman dengan lingkungan sekolahnya.

- Anak tidak memiliki teman sepermainan atau kerap mengalami perundungan di sekolah, sehingga ia menjadi takut.

- Anak kesulitan memahami pelajaran, misalnya anak sulit konsentrasi akibat penyakit tertentu, sulit melihat tulisan di papan tulis karena matanya minus, bahkan dampak kecanduan gawai.

- Orang tua kurang perhatian akibat kesibukan masing-masing, sehingga anak menganggap jika mogok sekolah maka ia akan mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.

Saat anak menunjukkan tanda penolakan, seperti mengeluh sakit, menangis, berteriak, mengunci atau bersembunyi di kamar, dan tidak mau beranjak dari tempat tidurnya menjelang jam masuk sekolah, jangan kamu langsung memarahinya. Kamu harus bersikap tenang dan mengajak berbicara mengenai alasannya enggan sekolah.

Memang tidak mudah untuk mengajak anak kembali senang bersekolah. Memaksa anak bukanlah cara yang tepat karena justru bisa membuatnya semakin menolak bersekolah.

Baca Juga:

Kecemasan Sekolah pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Apa yang Harus Dilakukan

sekolah
Berikan empati pada anak. (freepik-tonodiaz)

Ada beberapa tips yang bisa kamu coba lakukan untuk menghadapi anak yang mogok sekolah, yaitu:

Empati dan dukungan

Setelah anakmu bercerita mengenai apa penyebab ia malas bersekolah, coba lakukan pendekatan secara perlahan. Beri pemahaman kepadanya bahwa kamu akan selalu ada di sisinya.

Contohnya, saat alasan anak mogok sekolah karena ia kerap mendapatkan perundungan dari teman-temannya, kamu perlu menyikapinya dengan tenang. Berikan ia pelukan dan jelaskan bahwa apa yang dilakukan teman-temannya merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak boleh dicontoh.

Beri pemahaman bahwa tindakan tersebut bukan karena kesalahannya. Setelah itu, kamu bisa mengajarinya cara menghadapi tindakan bullying yang diterimanya. Jangan ajari ia untuk marah, tapi ajarkan ia untuk mengacuhkan tindakan yang dilakukan oleh pelaku bullying.

Komunikasi

Jika kamu melihat kemungkinan ada masalah di sekolah, luangkan waktu bertemu dengan guru atau kepala sekolah untuk membicarakan masalah tersebut. Dengan cara ini, masalah yang dihadapi anak bisa terpecahkan sehingga ia dapat mau kembali bersekolah.

Aktivitas

Tidak apa-apa bila sesekali memenuhi keinginan anak untuk tidak masuk sekolah, apalagi jika ia memang benar-benar sakit. Namun, selama anak tidak mengalami sakit dan berada di rumah pada waktu jam sekolah, jangan berikan keleluasaan bermain atau mengakses sarana hiburan.

Jika ia memang perlu tinggal di rumah saat tidak sakit, ajak ia tetap belajar. Misalnya dengan membaca buku dan melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga.

Kebutuhan sekolah

Daripada menyiapkan buku dan perlengkapan sekolah terburu-buru di pagi hari, mengajak anak untuk mempersiapkan semua perlengkapan di malam hari dapat membantunya lebih siap dan tidak terlambat ke sekolah.

Selain berbagai tips di atas, bila anak mogok sekolah akibat mengeluh atau mengalami sakit tertentu, kamu bisa memastikannya terlebih dulu. Misalnya, ketika ia merasa demam, periksa dahulu suhu tubuhnya dengan termometer. Bila ragu, kamu bisa membawanya ke dokter.

Satu hal yang pasti, orang tua harus lebih bersabar dalam menghadapi anak mogok sekolah dan telusuri lebih dulu penyebab yang mendasarinya sehingga dapat menemukan jalan keluar yang tepat. Dalam menghadapi anak mogok sekolah, jangan lupa untuk bekerjasama dengan guru dan pihak sekolah bila memang diperlukan. (DGS)

Baca Juga:

Bantu Anak Kelola Stres dan Bangun Ketahanan Diri di Sekolah

#Lipsus Juli Liburan Sekolah #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan