Parenting

Anak Kreatif Lebih dapat Memecahkan Masalah

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 05 Oktober 2022
Anak Kreatif Lebih dapat Memecahkan Masalah

Terlibat dalam ekspresi diri yang kreatif adalah praktik kesehatan yang bermanfaat bagi anak. (freepik/senivpetro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK-anak (dan orang dewasa) yang belajar berpikir kreatif lebih baik dalam memecahkan masalah dan menghadapi tantangan. Mereka lebih bahagia, memiliki rasa kesejahteraan yang lebih kuat, level cemas lebih rendah, lebih tangguh, dan memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat.

Terlibat dalam ekspresi diri yang kreatif adalah praktik kesehatan yang bermanfaat bagi anak seperti menghabiskan waktu di alam, nutrisi yang baik, tidur, dan latihan fisik.

"Semakin menantang keadaan anak, dan semakin banyak trauma yang mereka alami, semakin penting bagi orangtua untuk mendukung mereka dalam menemukan jalan untuk ekspresi diri yang kreatif," tulis developmental psychologist Dona Matthews, PhD yang menulis beberapa buku tentang anak, remaja, dan pendidikan dalam artikelnya di Psychology Today (27/9).

Meskipun secara konvensional menyarankan anak harus mengeksplorasi masalah dan ketakutan melalui ekspresi diri, temuan penelitian yang lebih baru menunjukkan pentingnya untuk fokus pada sisi positif.

Baca Juga:

Empeng untuk Bayi, Baik atau Buruk?

anak
Kreativitas dimulai ketika anak menemukan sesuatu yang menarik minat. (freepik/rawpixel.com)

Orang-orang yang produktif secara kreatif di setiap bidang (sains, seni, olahraga, teknik, humaniora, dan lain-lain) telah menggambarkan pengalaman berada dalam keadaan "mengalir".

"Orang-orang ini menggambarkan bahwa mereka benar-benar masuk dalam aktivitas mereka, fokus membuat mereka lebih bersemangat sehingga mereka lupa waktu, lapar, dingin, dan lain-lain. Mereka mampu menghubungkan aliran kreativitas dengan kebahagiaan, ketenangan, dan kepuasan," kata Matthews.

Berikut adalah beberapa saran untuk orangtua yang muncul dari penelitian tentang aliran kreativitas.

1) Dengarkan dan perhatikan. Kreativitas dimulai ketika anak menemukan sesuatu yang menarik minat, jadi perhatikan keingintahuan dan antusiasme anak.

2) Lakukan secara perlahan. Sebenarnya ini bergantung pada temperamen anak dan pada sifat hubungan dengan orangtua. Antusiasme orangtua dapat mendorong atau dapat mengecilkan minat anak. Pantau respons mereka terhadap pengamatan apa pun yang dibuat, dan tunggu sampai anak merasa siap mendengar saran orangtua.

3) Bagikan pengamatan orangtua. Ketika anak sudah siap, bicarakan tentang bagaimana mereka dapat mengembangkan minat lebih jauh.

4) Tentukan tujuan yang realistis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jika anak benar-benar tertarik untuk belajar lebih banyak tentang sesuatu. Seperti sains, menggambar, atau teknik komputer, bantu mereka memikirkan apa yang ingin dilakukan selanjutnya dalam pembelajaran, dan ke mana kemungkinan melanjutkan minat itu lebih jauh.

Baca Juga:

3 Kunci Utama untuk Cegah Demam Berdarah pada Anak

anak
Setiap anak mendambakan untuk didengarkan dan dipahami. (freepik/freepik)

5) Biarkan tujuan, aktivitas, dan produk menjadi milik anak. Orangtua dapat memberikan dukungan yang berharga dengan minat dan antusiasme. Sebaiknya orangtua jangan merampas otonomi dan kepemilikan anak jika hendak terlibat di dalamnya. Cepat atau lambat dapat membunuh semangat dan kreativitas anak.

6) Bantu anak menemukan tugas yang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Untuk merasakan kreativitas mengalir, tugas harus cukup sulit sehingga terasa menantang dan cukup mudah sehingga terasa bisa dilakukan. Jika anak mencoba sesuatu yang terlalu sulit, mereka akan menjadi frustrasi. Jika mereka menemukan sesuatu yang terlalu mudah, mereka akan bosan.

7) Pastikan anak mendapatkan umpan balik segera dan konstruktif dari seorang guru, pelatih, kelompok, atau ahli lain. Mereka perlu tahu kapan mereka menjadi lebih baik, dan bagaimana mereka dapat terus meningkat.

8) Berikan anak alat yang mereka butuhkan untuk ekspresi diri yang kreatif. Setiap anak mendambakan untuk didengarkan dan dipahami, tetapi mereka belum memiliki wawasan atau perspektif yang mereka butuhkan untuk memahami pengalaman, apalagi mengomunikasikannya kepada orang lain.

9) Perhatikan jam tidur anak. Tidur sangat penting untuk kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kesuksesan akademis, dan kreativitas anak. Jika keingintahuan dan kreativitas anak membuat terjaga di malam hari, bantu tenangkan agar dapat tidur malam dengan damai.

Kreativitas jauh lebih dari sekadar menggambar gambar-gambar cantik atau bermain piano. Ketika orangtua mendukung perkembangan kreatif anak, kamu memelihara potensi terbaik mereka, dan memungkinkan anak berkembang dengan cara yang tidak dapat kamu bayangkan atau prediksi. (aru)

Baca Juga:

Waspada Plasenta Previa, Indikasi Kehamilan Berisiko

#Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan