Headline

Amerika Serikat Batalkan Semua Bantuan untuk Pengungsi Palestina

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 19 Januari 2018
Amerika Serikat Batalkan Semua Bantuan untuk Pengungsi Palestina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan anggota pasukan West Palm Beach Fire Rescue (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Konstelasi politik Timur Tengah khususnya konflik Palestina dan Israel diprediksi bakal semakin panas menyusul penghentian bantuan Amerika Serikat untuk pengungsi Palestina.

Dalam pernyataan terbaru yang dikeluarkan pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa Amerika tidak akan menggelontorkan dana sebesar 45 juta dolar untuk bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina.

Amerika Serikat sudah lama terlibat dalam proyek kemanuasian di Timur Tengah melalui lembaga UNRWA yang dipelopori PBB.

Departemen Luar Negeri mengatakan pada Selasa bahwa Washington akan menahan pendanaan 65 juta dolar terpisah, yang sebelumnya direncanakan untuk membayar badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melayani warga Palestina. Amerika Serikat mengatakan bahwa UNRWA perlu melakukan reformasi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert membantah menahan dana 65 juta dolar itu untuk menghukum rakyat Palestina, yang telah sangat kritis terhadap pengumuman Trump pada bulan lalu bahwa dia akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Dalam sebuah surat bertanggal 15 Desember kepada Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl, Pengawas Keuangan Departemen Luar Negeri Eric Hembree telah menjanjikan bantuan sebesar 45 juta dolar untuk Seruan Darurat Tepi Barat/Gaza.

"Amerika Serikat berencana untuk menyediakan dana ini untuk UNRWA di awal 2018," kata surat tersebut, yang dilihat oleh Reuters pada Kamis.

"Surat tambahan dan paket kontribusi yang mengkonfirmasikan kontribusi ini akan dikirim pada atau sebelum awal Januari 2018," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara, Jumat (19/1) Amerika Serikat telah menjelaskan kepada UNRWA bahwa bantuan senilai 45 juta dolaritu adalah sebuah janji yang bertujuan membantu badan tersebut dengan "prediksinya" tapi itu bukan jaminan, kata Nauert kepada wartawan pada briefing rutin Kementerian Luar Negeri.

"Pada saat ini, kami tidak akan menyediakannya, tapi itu tidak berarti - saya ingin menjelaskannya - itu tidak berarti bahwa itu tidak akan diberikan di masa depan," kata Nauert.

Dia mengulangi pandangan Amerika Serikat bahwa UNRWA memerlukan reformasi, dengan mengatakan bahwa ada lebih banyak pengungsi dalam program ini daripada sebelumnya, dan bahwa "uang yang masuk dari negara lain perlu ditingkatkan juga untuk terus membayar semua pengungsi tersebut".

Keputusan untuk menahan bantuan membuat sulit upaya menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina. Selain itu, negara-negara Arab bakal tidak akan lagi menggandeng Amerika Serikat sebagai juru damai dalam konflik Palestina dan Israel.(*)

#Konflik Palestina #Amerika Serikat #Israel #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Bagikan