Aksi Buruh di DPR Dilarang Bakar Ban, Warga Diimbau Menghindar Cari Jalur Alternatif
Arsip - Massa buruh mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/2/2023). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa
MerahPutih.com - Sebanyak 1.464 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengawal unjuk rasa buruh yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, hari ini.
Aksi hari ini digelar kelompok buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
“Untuk yang di depan DPR/MPR ada 1.464 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Kombes Susatyo Purnomo Condro, kepada media, di Jakarta, Kamis (6/11)
Kapolres memastikan aparat yang mengawal demo hari ini tidak membawa senjata api dan akan melayani masyarakat dengan pendekatan humanis.
Larangan Aksi Bakar Ban
Meski demikian, Kombes Susatyo mengingatkan massa buruh dilarang melakukan aksi membakar ban, merusak fasilitas umum atau menutup jalan. “Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban,” imbuhnya, dikutip Antara.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks yang beredar di media sosial (medsos) dan informasi yang berpotensi memicu kegaduhan.
Cari Jalur Alternatif Hindari Kawasan DPR
Terkait skenario pengalihan lalu lintas, Kapolres menyatakan sifatnya situasional. Namun, lanjut dia, warga diimbau untuk menghindari kawasan DPR selama aksi berlangsung dan disarankan menggunakan jalur alternatif.
"Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami," tandas perwira polisi berpangkat melati tiga itu. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak